Senin 25 Mar 2024 16:42 WIB

Ini yang Menjadi Faktor Murkanya Allah SWT kepada Hamba-Nya

Allah SWT murka kepada hamba-Nya yang tak mau bertobat

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Berdoa minta ampunan dari dosa. Ilustrasi Allah SWT murka kepada hamba-Nya yang tak mau bertobat
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Berdoa minta ampunan dari dosa. Ilustrasi Allah SWT murka kepada hamba-Nya yang tak mau bertobat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Allah SWT memberikan petunjuk bagi siapapun yang Dia kehendaki. Mereka-mereka yang tetap berada dalam jalan kekufuran, seringkali tenggelam dalam kemaksiatan meski tetap Allah SWT berikan rezeki, bahkan terkadang melimpah.

Mengapa orang tersebut hanyut dalam kemaksiatan? Karena Allah SWT telah memberi kenikmatan kepada dirinya sehingga orang tersebut terus berada dalam perbuatan buruk.

Baca Juga

Allah SWT telah menggambarkan bagaimana orang-orang kafir yang menikmati segala kesenangan di dunia, sebagaimana ayat suci berikut ini:

اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗوَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

"Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka." (QS Muhammad ayat 12)

Hal lain yang menjadi tanda murka Allah SWT kepada seorang hamba, adalah gagalnya orang tersebut dalam bertobat dan melakukan amal saleh. 

Ketika seorang Muslim lalai dalam beribadah, dan bahkan meninggalkan tobatnya, ini adalah bentuk azab Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Misalnya hamba tersebut lalai dalam melaksanakan sholat wajib. Atau dia melupakan apa yang menjadi hak-hak Allah SWT dan orang-orang di sekitarnya. Dia tidak memperhatikan dan tidak peduli tentang nasibnya di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik." (QS Al Hasyr ayat 19)

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut: 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ، فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ، قَالَ: فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، قَالَ: ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ. وَإِذَا اللَّهُ أَبْغَضَ عَبْدًا، دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ: إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ، فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ: إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ، قَالَ: فَيُبْغِضُونَهُ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ

 "Jika Allah SWT mencintai seorang hamba-Nya, Dia memanggil Jibril bahwa sesungguhnya Allah SWT mencintai si Fulan, maka cintailah dia. Maka jibril mencintai hamba itu lalu Jibril berseru kepada penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia. Maka seluruh penduduk langit mencintai hamba itu, kemudian orang itu pun djadikan bisa diterima oleh penduduk bumi.

Dan jika Dia membenci seorang hamba, dia memanggil Jibril, dan berkata bahwa Allah SWT membenci hamba tersebut, jadi aku membencinya. Maka Jibril membencinya lalu berseru kepada penduduk langit, bahwa Allah SWT membenci hamba itu. Maka mereka membencinya. Kemudian hamba tersebut dibenci oleh penduduk bumi." (HR Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah)

Sumber: mawdoo 

photo
Waktu terbaik bertobat. - (republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement