Sabtu 03 Feb 2024 11:37 WIB

Muslim di Amerika Terus jadi Sasaran Islamofobia

Kedutaan mengkonfirmasi tengah menyelidiki dugaan penyerangan.

Rep: Mabruroh / Red: Setyanavidita livicansera
Infografis Islamofobia Makin Memburuk di Amerika
Foto: TRT World/Daily Sabah
Infografis Islamofobia Makin Memburuk di Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Sebuah video perundungan viral di media sosial belum lama ini. Dalam video tersebut, nampak seorang siswi berjilbab diserang, dipukul, dan dibenturkan kepalanya sebelum akhirnya jatuh ke lantai. Banyak siswa lain terekam dalam video tersebut, namun tidak ada yang membantunya. 

Belakang diketahui lokasi perundungan terjadi di sebuah sekolah di Amerika Serikat (AS) dan korbannya diduga merupakan seorang muslimah berkewarganegaraan Arab Saudi. Dikutip dari Alarabiya, Jumat (2/2/2024), Kedutaan Besar Arab Saudi di AS menyatakan belum menerima laporan, bahwa ada warganya yang mengalami perundungan.

Baca Juga

Kendati demikian, Kedutaan mengkonfirmasi tengah menyelidiki dugaan penyerangan terhadap seorang siswi sekolah yang mengenakan penutup kepala atau jilbab itu. Kedutaan mengatakan, bahwa pihaknya telah menghubungi pihak berwenang Amerika setelah beberapa laporan mengatakan bahwa siswa Sekolah Menengah Glenside tersebut adalah warga negara Saudi.

“Pihaknya belum menerima laporan penyerangan terhadap perempuan warga negara Saudi, namun akan terus menindaklanjuti masalah tersebut dan memverifikasi fakta insiden tersebut,” kata Kedutaan Arab Saudi di AS.

Berbagai pemberitaan dan beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang siswi berjilbab dibanting ke loker lalu didorong hingga terjatuh oleh seorang siswi. Banyak yang menyebut penyerangan itu sebagai kejahatan rasial, namun Pengawas Distrik 16 Sekolah Queen Bee, Joseph Williams, mengatakan kepada surat kabar Chicago Tribune, bahwa penyelidik telah mengidentifikasi para siswa tersebut dan tidak ada indikasi bahwa serangan itu dimotivasi oleh kefanatikan.

“Ini adalah insiden disipliner yang serius dan kami menanganinya seperti itu, namun kami tidak memiliki bukti bahwa ini adalah tindakan intoleransi terkait masalah keyakinan,” kata Williams.

“Perilaku seperti ini menyimpang, kami sepenuhnya tidak akan mentolerirnya. Tugas kita saat ini adalah melindungi anak tersebut melalui apa yang terjadi, dan kemudian merespons sesuai batas hukum, dengan memahami bahwa semua orang di sini adalah anak-anak,” tambah Williams.

Penyerangan yang direkam oleh ponsel terjadi di sebuah sekolah di Glendale Heights di Illinois. Beberapa laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan, bahwa siswa tersebut mulai bersekolah di sekolah tersebut, dua bulan lalu.

Meskipun pertengkaran di sekolah belum diklasifikasikan sebagai kejahatan rasial, tindakan kekerasan dan kebencian terhadap Muslim dan Yahudi telah meroket di Amerika Utara setelah perang Israel melawan Hamas di Gaza meletus pada Oktober lalu, menurut beberapa penelitian.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement