REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H/ 2026 M, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bekal meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT. Dalam sejumlah riwayat, Nabi Muhammad SAW berpesan agar umatnya mengisi Ramadhan dengan memperbanyak bacaan kalimat tauhid dan istighfar, dua amalan yang ringan di lisan namun besar keutamaannya di sisi Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar kita memperbanyak amalan pada bulan Ramadhan. Di antara sekian banyak amalan, ada dua amalan yang mudah dan disarankan untuk diperbanyak saat Ramadhan.
Pertama, memperbanyak bacaan kalimat Thayyibah, sebagaimana disebutkan di beberapa hadits bahwa kalimat tersebut merupakan zikir yang paling utama.
Dalam Kitab Misykat, Sayyidina Abu Said Al Khudri Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, suatu ketika Nabi Musa Alaihissalam memohon kepada Allah SWT, "Ya Allah, berilah aku suatu kalimat yang dengannya aku dapat mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu."
Kepada Nabi Musa, Allah SWT memerintahkannya agar mengucapkan kalimah Laa ilaaha illallah.
Nabi Musa berkata, "Ya Allah, kalimah ini telah dibaca oleh semua hamba-Mu. Aku menginginkan kalimah yang khusus."
Allah SWT berfirman, "Hai Musa, apabila tujuh lapis langit serta penduduknya (malaikat), dan tujuh lapis bumi beserta isinya diletakkan di atas satu sisi timbangan dan kalimah Thayyibah diletakkan di atas sisi timbangan yang lain, maka kalimah ini akan lebih berat."
Hadits lain menyebutkan, "Barangsiapa mengucapkan kalimat ini dengan ikhlas, maka pintu-pintu langit akan langsung terbuka untuknya, dan tidak ada yang dapat menghalanginya sampai Arsy Allah SWT."




