Kamis 01 Feb 2024 21:29 WIB

Waspada 18 Dampak Ini Jika Gemar Bermaksiat Meski Anda tidak Menyadarinya

Maksiat akan berpengaruh terhadap diri Muslim.

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi tempat hiburan malam. Maksiat akan berpengaruh terhadap diri Muslim
Foto: Istimewa
Ilustrasi tempat hiburan malam. Maksiat akan berpengaruh terhadap diri Muslim

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Perbuatan maksiat memiliki implikasi yang buruk di dunia. Ketika seseorang melakukan perbuatan dosa, maka dia akan menerima akibat yang merugikan hati maupun fisiknya.

Akibat-akibat dari perbuatan dosa telah dijelaskan oleh Imam Ibnu Al Qayyim dalam kitab karangannya berjudul "Al-Jawaab Al- Kaafii Li Man Sa'ala 'an Al- Dawaa Al-Syaafii".

Baca Juga

Dalam penjelasan Ibnu Al Qayyim, terdapat 19 akibat dari perbuatan maksiat dan dosa yaitu sebagai berikut:

1. Hati menjadi gelap

 

Perbuat maksiat akan menjadikan hati pelakunya gelap. Karena gelapnya hati tersebut, maka hati dan tubuhnya menjadi lemah dalam melaksanakan perbuatan amal shaleh dan justru memiliki kecenderungan untuk melakukan perbuatan maksiat

2. Hilangnya ilmu

Sebagaimana dipaparkan Ibnu Qayyim, ilmu pengetahuan ibarat cahaya yang diberika Allah SWT kepada setiap hati Muslim. Maka, perbuatan maksiat yang melanggar perintah Allah SWT akan memadamkan cahaya itu

3. Terjerembab dalam dosa

Orang yang melakukan dosa akan terus terarah pada perbuatan buruk yang lain. Singkatnya, dosa akan membawa pada dosa, dan ketaatan menjalankan perintah Allah SWT akan terus membawanya pada ketaatan.

4. Kesepian

Orang yang melakukan maksiat akan mengalami kesepian dalam hatinya, yaitu antara dirinya dan Allah SWT. 

Rasa kesepian ini pun akan menimpa dirinya dalam aspek hubungan sosial terutama dalam hubungannya dengan orang-orang shaleh. Temannya adalah orang-orang yang lalai

5. Hidup jadi susah

Ibnu Al-Qayyim juga menyebutkan, orang yang berbuat maksiat maupun dosa diganjar berbagai macam kesusahan dalam hidup. Dia dihadapkan pada persoalan yang menghambat dan menyusahkan kehidupan dirinya.

6. Mencegah pertobatan

Maksiat akan mencegah pelakunya untuk melakukan pertaubatan. Dan dia diibaratkan seperti tawanan setan

7. Bangga melakukan maksiat

Maksiat yang dilakukan terus-menerus mengakibatkan hati senang dan cinta pada perbuatan tersebut. Hingga pelaku perbuatan itu merasa atas dosa-dosanya. 

Jika seseorang ada dalam kondisi ini, maka dia tidak akan sembuh. Seorang pendosa lambat-laun akan membuat dia sombong dan bahkan merasa bangga karena telah melakukan perbuatan maksiat

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement