Kamis 01 Feb 2024 16:26 WIB

1 Februari Hari Hijab se-Dunia, Ini 11 Fakta Seputar Pendiri dan Asal-usulnya

Hari Hijab se-Dunia diperingati secara global.

Rep: Mabruroh / Red: Nashih Nashrullah
Pelopor peringatan Hari Hijab Sedunia, Nazma Khan. Hari Hijab se-Dunia diperingati secara global
Foto: Reuters
Pelopor peringatan Hari Hijab Sedunia, Nazma Khan. Hari Hijab se-Dunia diperingati secara global

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hari ini, Kamis 1 Februari 2024 adalah hari yang berbahagia bagi Muslimah di seluruh dunia. Karena pada hari ini, diperingati sebagai hari hijab sedunia atau World Hijab Day (WHS), sebagai bentuk penghormatan kepada Muslimah juga untuk menghapus diskriminasi bagi wanita berhijab yang tinggal di negara-negara minoritas Muslim.

Republika.co.id, merangkum sejumlah fakta terkait Worl Hijab Day, dari sejumlah sumber sebagai berikut:  

Baca Juga

1. World Hijab Day pertama kali digaungkan pada 2013 oleh Muslimah asal Amerika Serikat keturunan Bangladesh, Nazma Khan. Nazma Khan sangat berharap, dengan adanya World Hijab Day ini, masyarakat dapat lebih terbuka dan menerima muslimah berhijab di kehidupan meraka. 

2. Pada 1 Februari 2013, pertama kalinya peringatan menandai Hari Hijab Sedunia (WHD) digelar sebagai pengakuan atas jutaan Muslimah yang memilih untuk mengenakan jilbab dan menjalani kehidupan yang sederhana.

3. Ide ini sendiri didorong oleh pengalaman pribadinya yang kerap mendapatkan diskriminasi sebagai Muslimah yang menjaga hijabnya. Sekaligus, ia ingin menunjukkan kepada dunia pemahaman akan hijab itu sendiri dan mengapa Muslimah harus mengenakan hijab.

4. Sebagai seorang aktivis sosial, Nazma pertama kali menginjakkan kaki di kota New York pada usai 11 tahun. Saat itu, hanya dia gadis Muslimah satu-satunya yang mengenakan hijab di sekolah menengah. Masa-masa itu, ia mengingatnya sebagai pengalaman yang sulit.

“Tumbuh di Bronx, Kota New York, saya mengalami banyak diskriminasi karena jilbab saya. Di sekolah menengah, saya dijuluki ‘Batman’ atau ‘ninja’. Ketika saya masuk Universitas 9/11 terjadi. Sekarang, saya dipanggil Osama bin laden atau teroris. Itu mengerikan. Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kita mengajak sesama saudara kita untuk merasakan sendiri pengalaman berhijab,” ujarnya.

5. Gerakan hari hijab sedunia mendapatkan dukungan global, dengan lebih dari 150 negara mengambil bagian dalam Hari Hijab Sedunia setiap tahun. Pada 2017, negara bagian New York mengakui gerakan Hari Hijab Sedunia. Masih di tahun yang sama, House of Commons di Inggris, ikut memperingatkan Hari Hijab Sedunia yang juga dihadiri oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Theresa May.

Kemudian pada 2018, Parlemen Skotlandia juga menyelenggarakan pameran tiga hari untuk menandai hari World Hijab Day. Banyak politisi termasuk mantan Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon menunjukkan dukungannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement