Selasa 30 Jan 2024 22:45 WIB

Alhamdulillah, Bantuan Gandum dari Masyarakat Indonesia Sudah Diterima Warga Gaza

Tim BSMI mengonfirmasi jika bantuan gandum sebanyak 32 ton sudah diterima warga Gaza.

Bantuan gandum untuk Gaza
Foto: Dok BSMI
Bantuan gandum untuk Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO — Tim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang sedang berada di Kairo, Mesir, mengonfirmasi jika bantuan gandum sebanyak 32 ton dari masyarakat Indonesia telah berhasil didistribusikan kepada warga di Jalur Gaza. Informasi tersebut disampaikan dari mitra BSMI yang telah mendokumentasikan pendistribusian gandum kepada warga Gaza yang sedang menderita kelaparan pada musim dingin ini.

Lewat keterangan tertulis kepada Republika, Selasa (30/1/2024), Ketua DPN BSMI M Djazuli Ambhari bersyukur bantuan gandum tersebut sudah diterima lebih cepat dari yang diperkirakan. Berdasarkan kesaksian sopir truk sebelumnya, Djazuli mengatakan, waktu tempuh truk gandum untuk sampai ke perbatasan Rafah antara lima sampai tujuh hari. Menurut dia, kontainer BSMI yang memuat gandum amanah dari masyarakat Indonesia bisa tiba lebih cepat di Rafah. Djazuli berharap bantuan gandum ini setidaknya bisa meringankan penderitaan warga Gaza yang terancam kelaparan.

Bendahara Umum BSMI dr Prita Kusumaningsih Sp OG mengungkapkan, pangan merupakan salah satu kebutuhan darurat yang harus diterima warga Gaza. Berdasarkan data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), setidaknya ada 400 ribu warga Gaza yang berisiko kelaparan. Sebagian besar dari mereka bahkan sudah benar-benar lapar. Sementara itu, media di Gaza bahkan merilis jika ada 800 ribu warga di Gaza dan Gaza Utara yang sudah menghadapi ancaman kematian akibat kelaparan yang melanda jalur yang terkepung tersebut.

Prita mengungkapkan, 1 kilogram gandum bisa memenuhi kebutuhan lima orang atau memenuhi kebutuhan pangan rata-rata satu keluarga setiap hari. Dia berharap, lebih banyak lagi bantuan pangan yang masuk agar warga Gaza bisa terhindar dari ancaman kelaparan. Selain pangan, Prata mengatakan, Gaza juga mengalami darurat alat medis dan obat-obatan. Menurut dia, stok alat medis dan obat rumah sakit di Gaza telah menipis. “Rumah sakit melakukan operasi dengan alat seadanya bahkan tanpa obat bius,”jelas dia.

Untuk itu, Prita mengatakan, BSMI juga menyalurkan bantuan berupa alat medis dan obat-obatan bagi warga Gaza. Dia pun berharap agar masyarakat Indonesia tidak bosan memberikan bantuan untuk meringankan beban warga Gaza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement