Selasa 30 Jan 2024 15:52 WIB

Kanada Mulai Selidiki Campur Tangan China dalam Pemilu

Komisi penyelidikan juga akan menyelidiki campur tangan Rusia dan India.

Ilustrasi Pemilu
Foto: Mickey Welsh/The Montgomery Advertiser via AP
Ilustrasi Pemilu

REPUBLIKA.CO.ID, TRENTON -- Pemerintah Kanada memerintahkan deportasi terhadap seorang perempuan China bernama Jing Zhang, pada Senin (29/1/2024) terkait penyelidikan mengenai campur tangan asing dalam pemilihan federal Kanada.

Dewan Imigrasi dan Pengungsi Kanada mengatakan Jing Zhang adalah roda penggerak dalam program campur tangan asing China dan merupakan pegawai Kantor Urusan China Luar Negeri di Kanada selama 11 tahun, yang menurut dewan tersebut merupakan kepanjangan tangan mata-mata Pemerintah China.

Baca Juga

Beijing dituduh menjalankan apa yang disebut sebagai kantor kepolisian China di Kanada, didirikan untuk membungkam kritik warga Kanada keturunan China terhadap Beijing. Penyelidikan ini dinamai “Penyelidikan Publik mengenai Campur Tangan Asing dalam Proses Pemilu Federal dan Lembaga-Lembaga Demokrasi.”

Penyelidikan tersebut diperintahkan, setelah media Kanada, yang mengutip personel badan intelijen anonim dan dokumen rahasia, menyebut China ikut campur dalam pemilu federal pada 2019 dan 2021. Komisi penyelidikan dugaan intervensi asing tersebut juga akan menyelidiki campur tangan Rusia dan India serta campur tangan negara-negara lain.

Komisi independen ini menghadapi tantangan karena harus mempertimbangkan seberapa banyak informasi yang dapat dibagikan tanpa membahayakan keamanan. Marie-Josee Hogue sebagai ketua komisi penyelidikan tersebut mengatakan bahwa penyelidikan ini dilakukan dengan “tantangan, keterbatasan, dan potensi dampak buruk yang terkait dengan pengungkapan informasi rahasia keamanan nasional dan intelijen kepada publik.”

“Ini adalah salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi komisi ini,” kata Hogue dalam pernyataan media. Direktur Badan Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) David Vigneault dan Menteri Keamanan Publik Dominic LeBlanc diperkirakan akan hadir di hadapan komisi tersebut pekan ini.

Komisi akan bekerja untuk memastikan keamanan warga Kanada keturunan China yang bersaksi dalam penyelidikan. CSIS telah memperingatkan bahwa beberapa orang telah menjadi sasaran ancaman. Komisi tidak memiliki tenggat waktu untuk menyelesaikan penyelidikan tersebut.

 

 

sumber : antara, anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement