Sabtu 06 Jun 2026 20:56 WIB

Trump-Netanyahu Bertengkar, Pentagon Waspadai Spionase Israel Hingga ke Level Tertinggi

Pengintaian untuk mendapat informasi pertimbangan internal Trump soal Timur Tengah.

Aksi spionase (ilustrasi).
Foto: gadabimacreative.blogspot.com
Aksi spionase (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Pentagon dilaporkan kian khawatir atas meningkatnya aktivitas pengintaian yang dilakukan oleh Israel terhadap Amerika Serikat. Menurut keterangan dari dua pejabat dan seorang mantan pejabat AS, Pentagon baru-baru ini menaikkan status ancaman kontra-intelijen dari sekutu utama Amerika di Timur Tengah tersebut ke tingkat tertinggi.

Badan Intelijen Pertahanan Pentagon (DIA) dalam beberapa pekan terakhir merilis penilaian ancaman kontra-intelijen baru di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan AS terkait langkah lanjutan dalam perang melawan Iran.

Baca Juga

Para pejabat tersebut menyatakan bahwa DIA telah mengunggah pesan internal, yang sempat dilihat oleh salah satu pejabat aktif, yang menaikkan status ancaman Israel ke tingkat "kritis" (critical), seperti dikutip dari laman NBC News.

Pemberian status tersebut berakar dari kekhawatiran di internal Pentagon bahwa Israel tengah melakukan upaya khusus untuk mengawasi para pejabat tinggi AS. Pengintaian ini diduga bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait pertimbangan internal dan pengambilan keputusan pemerintahan Donald Trump mengenai konflik di Timur Tengah.

Menurut salah satu pejabat aktif AS, penilaian DIA tersebut mencakup dokumen setebal tujuh halaman yang memuat sebuah bagan. Dokumen itu menyebutkan bahwa kemampuan Israel dalam melakukan spionase manusia (human espionage) maupun pengumpulan data teknis berada pada "tingkat kritis". Dokumen tersebut juga mengidentifikasi serangkaian insiden spesifik yang memperkuat kekhawatiran AS.

photo
Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. - ()

 

Berita Lainnya

Rekomendasi