Selasa 16 Jan 2024 15:49 WIB

Iran Klaim Serang Situs Teroris di Suriah dan Irak

Ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat di tengah perang Gaza.

Seorang warga membawa potret Soleimani pada pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani,  dan komandan Milisi Abu Mahdi al-Muhandi di Teheran, Iran, Senin (6/1).
Foto: Nazanin Tabatabaee/WANA (West Asia News Agenc
Seorang warga membawa potret Soleimani pada pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani, dan komandan Milisi Abu Mahdi al-Muhandi di Teheran, Iran, Senin (6/1).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menembakkan rentetan rudal balistik ke sejumlah posisi "kelompok teroris" di Suriah dan Irak pada Senin (15/1/2024) malam, ungkap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan. IRGC mengatakan "markas mata-mata" dan "perkumpulan kelompok teroris anti-Iran" di Suriah dihancurkan dengan rudal balistik, seperti dikutip oleh media resmi.

Pernyataan itu mencatat, serangan dilakukan untuk merespons "kejahatan teroris baru-baru ini" yang dilakukan kelompok anti-Iran. Pernyataan ini merujuk kepada dua serangan bom di Kota Kerman di bagian tenggara pada awal bulan ini dan serangan terhadap kantor polisi di Provinsi Sistan-Baluchestan pada Desember.

Baca Juga

Mereka menyatakan bahwa "para komandan dan elemen utama" yang terkait dengan serangan baru-baru ini di Kerman dan Rask diidentifikasi di Suriah dan menjadi sasaran rudal balistik pada Senin malam. Sedikitnya 93 orang tewas setelah dua pengebom bunuh diri meledakkan bahan peledak mereka dalam sebuah pertemuan besar di Kerman.

Serangan itu terjadi pada peringatan empat tahun kematian mantan komandan militer tertinggi Iran Jenderal Qassem Soleimani. Dalam insiden terpisah pada pertengahan Desember, sedikitnya 11 petugas polisi tewas setelah sebuah kantor polisi diserang di Kota Rask di Provinsi Sistan-Baluchestan di bagian barat daya, yang berbatasan dengan Pakistan.

Pada Ahad (14/1/2023), kepala polisi Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Radan mengumumkan penangkapan pelaku serangan di Rask. Terdakwa utama dalam serangan Kerman, yang merupakan dua warga negara Tajikistan, juga telah ditangkap.

Di bagian lain pernyataan itu, IRGC juga mengatakan bahwa mereka juga menargetkan markas besar agen mata-mata Israel Mossad, di wilayah Kurdistan Irak dengan serentetan rudal dan "menghancurkannya." Lokasi tersebut telah menjadi "pusat pengembangan operasi spionase dan perancangan kegiatan teroris di wilayah tersebut dan Iran," kata pernyataan itu.

Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa serangan-serangan itu terjadi di sekitar konsulat AS di Erbil. Ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat di tengah perang Israel di Gaza dan perkembangan regional, termasuk serangan terhadap kapal di Laut Merah oleh kelompok Houthi yang didukung Iran.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement