REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sorang penulis Turki menulis artikel di Aljazeera dengan judul menggelitik di atas. Apa Rahasia Ketertarikan Israel terhadap Firaun dalam Perang Mereka?
"Dalam perang melawan Iran, harus diterapkan pendekatan serupa dengan pembunuhan anak sulung yang disebutkan dalam Taurat; jika tidak mungkin menjangkau para pejabat tinggi, maka anak-anaklah yang harus menjadi sasaran."
Kalimat ini saja, yang tersisa dari sebuah unggahan yang telah dihapus dalam bahasa Ibrani di platform "X", sudah cukup untuk mengungkap sejauh mana ambang batas moral dan teologis yang telah dicapai oleh perang ini.
Penulis unggahan tersebut adalah akademisi Israel Orit Perlov, anggota Institut Studi Keamanan Nasional di Universitas Tel Aviv.
Teman kami, Turan Kashlakji, meneruskan postingan ini kepada kami dan berkomentar: "Perlov berpendapat bahwa pendekatan keagamaan yang ekstrem harus diterapkan dalam perang melawan Iran, dan bahwa anak-anak Iran harus dibunuh dengan cara yang serupa dengan bencana pembunuhan anak sulung yang disebutkan dalam Taurat.
Menurut hal tersebut, taktik ini telah diterapkan sebelumnya di Gaza, di mana lebih dari 14 ribu anak gugur menurut data PBB, dan ia mengusulkan penerapan model yang sama di Iran dan Lebanon.
Seringkali muncul perdebatan mengenai seberapa serius pernyataan-pernyataan ini, namun satu pernyataan terkadang dapat mencerminkan pola pikir yang telah terbentuk.
Lihat postingan ini di Instagram




