REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberhasilan Republik Islam Iran dalam menguasai teknologi terkini banyak bertumpu pada pundak kaum perempuan yang mendominasi kancah ilmu pengetahuan di negara tersebut. Melalui strategi pembangunan universitas di desa-desa dan wilayah terpencil, Iran mencatat bahwa 60 persen lulusan perguruan tingginya adalah perempuan, yang kini menjadi motor penggerak utama dalam berbagai inovasi sains dan teknologi.
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran di Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengatakan, Imam Khomeini menyatakan bahwa jika Iran mengharapkan kemajuan maka investas yang luas dan masif harus dikedepankan. Untuk itu, Iran melakukan investasi yang masif di berbagai jenjang sektor pendidikan.
"Imam Khomeini membangun berbagai universitas dan mencoba untuk meningkatkan pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat, dua hal utama yang kami lakukan, pertama membangun infrastruktur (termasuk universitas) bahkan sampai desa-desa dan wilayah terpencil," kata Boroujerdi saat berkunjung ke kantor Republika, Kamis (30/4/2026)
Boroujerdi menambahkan, Iran juga melakukan investasi di sumber daya manusia (SDM) termasuk terhadap SDM perempuan. Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, 60 persen lulusan universitas di Iran berasal dari kaum perempuan.




