Senin 15 Jan 2024 14:51 WIB

PBNU Dorong Indonesia Mendukung Langkah Afrika Selatan di Mahkamah Internasional

Afrika Selatan dinilai tulus membela rakyat Palestina.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
 PBNU Dorong Indonesia Mendukung Langkah Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ilustrasi) logo nahdlatul ulama
Foto: tangkapan layar wikipedia
PBNU Dorong Indonesia Mendukung Langkah Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ilustrasi) logo nahdlatul ulama

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua PBNU KH Fahrurrozi (Gus Fahrur) mengajak pemerintah untuk mendukung dan mendoakan langkah Afrika Selatan, yang berupaya menyeret Israel ke Mahkamah Internasional. 

"Kita (Indonesia) harus mendukung dan ikut mendoakan (langkah Afrika Selatan)," kata Gus Fahrur saat dihubungi Republika, Senin (15/1/2024). 

Baca Juga

Pada akhir Desember 2023, Afrika Selatan menyeret Israel dalam sengketa hukum internasional melalui the International Court of Justice atau Mahkamah Internasional. Tuntutan ini merujuk adanya dugaan tindakan genosida yang melanggar The Genocide Convention 1948. 

Adapun yang dituntut oleh Afrika Selatan adalah agar Mahkamah Internasional menetapkan Provisional Measures (tindakan sementara) untuk menghentikan sementara tindakan Israel yang 'diduga' merupakan genosida melalui persidangan singkat. Sebelum kemudian dilaksanakan persidangan penuh. 

Melihat langkah Afrika Selatan itu, Gus Fahrur menilai adanya sikap kemanusiaan yang tulus dari negara tersebut.

"Kita ketahui Afsel punya pengalaman pilu dan trauma terhadap politik aphartheid dari penguasa kulit putih, yang mungkin membangkitkan rasa kemanusiaan mendalam atas tragedi pembantaian Israel di Palestina," kata dia. 

Dia pun berharap hasil yang dibawa Afrika Selatan di Mahkamah Internasional dapat membuahkan hasil yang positif dan bisa memberi sanksi tegas kepada Israel dan negara pendukungnya. Dan yang terpenting, kata Gus Fahrur, upaya di Mahkamah Internasional itu dapat segera menghentikan penyerangan dan genosida terhadap rakyat Palestina yang tidak bersalah. 

Gus Fahrur juga berharap agar negara-negara lainnya dapat terketuk hatinya dan bersama mendukung segala upaya mengakhiri penjajahan Israel atas Palestina. Sebab, kata Gus Fahrur, kejahatan kemanusiaan serius yang terjadi di Palestina harus segera dihentikan. 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement