Jumat 22 Dec 2023 23:53 WIB

Gently Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina Rp 100 Juta Melalui Baznas RI

Bantuan Gently bagian dari amanah yang mesti disalurkan ke rakyat Palestina.

PT Inovasi Teknologi Untung Berkah (Gently), sebuah brand perawatan bayi, menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp 100 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, sebagai wujud kepedulian terhadap rakyat Palestina.
Foto: dok Gently
PT Inovasi Teknologi Untung Berkah (Gently), sebuah brand perawatan bayi, menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp 100 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, sebagai wujud kepedulian terhadap rakyat Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Inovasi Teknologi Untung Berkah (Gently), sebuah brand perawatan bayi, menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp 100 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, sebagai wujud kepedulian terhadap rakyat Palestina.

Penyaluran infak kemanusiaan Palestina diserahkan langsung oleh CEO Gently, Nyoman Anjani kepada Deputi I Baznas RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta di Gedung Baznas RI, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

Dalam sambutannya, Deputi I Baznas RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gently yang telah mempercayakan penyaluran infak kemanusiaan untuk Palestina melalui Baznas RI.

“Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Gently, sebuah brand personal care bayi dan anak. Kita tahu sendiri bahwa korban di Palestina mayoritas adalah anak-anak dan wanita. Jadi ini sebuah kehormatan bagi kita semua untuk menyalurkan bantuan ke Palestina,” kata Arifin.

Arifin berharap, perjuangan rakyat Palestina segera menemui titik ujungnya, yaitu kemerdekaan. Katanya, kemerdekaan bangsa Palestina merupakan kemenangan bagi kemanusiaan, sebab tragedi di Palestina sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Kami berdoa semoga Allah segera memenangkan perjuangan rakyat Palestina sehingga mereka menjadi negeri yang berdaulat dan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, sehingga kita bisa mengunjungi Masjidil Aqsa,” terangnya.

Menurut Arifin, kondisi nyata di Gaza lebih parah ketimbang video-video yang selama ini tersebar di media sosial. 

“Kondisi di Palestina yang tersebar melalui video-video di media sosial itu hanya sebagian kecil dari kenyataan yang sesungguhnya terjadi di sana. Jika melihat langsung, kondisi Gaza sangat parah sekali, tidak terbayangkan,” katanya.

Sementara itu, CEO Gently, Nyoman Anjani turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Baznas RI yang menjadi penyambung untuk menyalurkan infak kemanusiaan ke Palestina dengan berbagai tantangan yang dihadapi.

“Terima kasih kepada Baznas RI yang telah menyambut tim Gently dengan sangat hangat. Infak kemanusiaan ini bersumber dari keuntungan hasil penjualan produk-produk Gently seperti shampo, sabun, baby cream, yang dilakukan sejak November hingga Desember,” terangnya. 

Nyoman Anjani menambahkan, bantuan tersebut merupakan sebuah amanah yang mesti disalurkan kepada rakyat Palestina melalui Baznas RI. Dia berharap, dengan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat di Palestina.

“Kami juga berharap rakyat Palestina diberikan kesabaran oleh Allah atas ujian yang sangat berat. Kami yakin rakyat Palestina sedang diuji untuk menaikan derajat mereka. Sekali lagi, terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah mengambil peran menyalurkan bantuan ke sana,” harapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement