Rabu 20 Dec 2023 18:09 WIB

Tenggelamnya Kapal Titanic dan Berharganya Kesempatan Menurut Islam

Islam menghargai setiap kesempatan yang berharga

 The Titanic meninggalkan Southampton, Inggris pada 10 April 10 1912.  Tenggelamnya Titanic mengingatkan kita pentingnya kesempatan
Foto: AP Photo/File
The Titanic meninggalkan Southampton, Inggris pada 10 April 10 1912. Tenggelamnya Titanic mengingatkan kita pentingnya kesempatan

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA—Ada pepatah yang mengatakan bahwa matahari pagi tidak akan terbit dua kali untuk menyapa manusia di hari yang sama. Kesempatan pun tidak akan datang dua kali dengan wajah yang sama, ia selalu datang dengan wajah yang berbeda. 

Kita hanya bisa memilih: mempergunakan kesempatan itu atau menyia-nyiakannya sama sekali. Manusia hanya dituntut untuk memilih dan dari pilihan itulah masa depannya terbentang. 

Baca Juga

Kesempatan adalah waktu yang sangat berharga. Banyak orang yang gagal menggunakan kesempatannya sehingga ia pun menjadi orang yang gagal. Sebaliknya, banyak juga orang yang pandai menggunakan kesempatan yang ada sehingga ia pun menjadi orang yang berhasil.

Islam sangat menghargai waktu. Banyak sekali ayat Alquran yang menyinggung masalah waktu. Demi keagungan waktu, Allah SWT kerap kali bersumpah dengannya. Wal-Ashri (Demi waktu), wal-Fajri (Demi waktu fajar), wa-Duha (Demi waktu duha), dan wal-Laili (Demi waktu malam). Itulah bukti betapa berharganya waktu, utamanya kesempatan yang ada.

 

Alkisah, lima menit sebelum terjadi tragedi Titanic, awak kapal sedang bersenang-senang, padahal telepon peringatan berdering beberapa kali. Tiga menit terakhir, barulah telepon diangkat dan diketahui bahwa di depan kapal ada gunungan es, tetapi sudah terlambat. Kesempatan itu hilang karena kelalaian. Padahal, jika kesempatannya digunakan, bisa menyelamatkan ribuan nyawa manusia.

Allah SWT menganugerahkan manusia peluang untuk memilih kesempatan. Pilihannya adalah konsekuensi bagi hasil yang akan diterimanya kelak. Jika kesempatan itu diejawantahkan untuk hal yang bermanfaat, ia pun akan mendapatkan hasil yang baik. 

Sebaliknya, jika ia menggunakannya untuk hal yang tidak bermanfaat atau malah menyia-nyiakannya, kerugianlah yang dideritanya.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan, barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS Al-Zalzalah [99]: 7-8).

Baca juga: Di Tempat Inilah Kelak Nabi Isa akan Kembali Turun di Bumi dan Pesan Rasulullah SAW

Jika kita telah mengetahui betapa berharganya kesempatan yang ada, masihkah kita menyia-nyiakannya sehingga ia berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi?

وَالْعَصْرِ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ  

"Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS Al Asr 1-3) 

photo
Fakta mengenai kapal selam Titan yang menjelajahi reruntuhan Titanic. - (Republika)

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement