Rabu 20 Dec 2023 06:42 WIB

PBB Didesak Tolak Pemukiman Israel di Palestina

Israel terus merampas tanah milik rakyat Palestina.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
File foto ini menunjukkan bagian dari proyek perumahan baru di pemukiman Givat Ze
Foto: AP Photo/Ohad Zwigenberg
File foto ini menunjukkan bagian dari proyek perumahan baru di pemukiman Givat Ze

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK — Komite Menteri Islam mendesak Kepala PBB agar tidak menutup mata, atas kegiatan permukiman Israel yang ilegal, merebut dan merampas tanah Palestina. Komita Islam berharap, PBB mampu menolak agresi Israel dengan tegas dan menyerukan kemerdekaan Palestina.

 Dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (30/11/2023), Komite Menteri yang ditugaskan oleh KTT Luar Biasa Bersama Arab-Islam, yang diketuai oleh Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan, bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di markas besar PBB di New York pada Rabu (29/11/2023).

Baca Juga

Peserta termasuk pejabat seperti Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Al-Safadi, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry, Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, serta Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit.

Pertemuan itu juga melihat kehadiran Menteri Luar Negeri Malaysia Dr. Zambry Abd Kadir dan Menteri Negara UEA Khalifa Shaheen Almarar, perwakilan Kelompok Arab di Dewan Keamanan.

 

Diskusi berpusat pada situasi Jalur Gaza, menyoroti pencapaian gencatan senjata kemanusiaan dalam membebaskan tahanan. Komite menekankan perlunya gencatan senjata segera, tanggung jawab internasional dalam melindungi warga sipil, dan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Pertemuan tersebut membahas penerapan resolusi PBB untuk keselamatan Palestina terhadap pelanggaran Israel, mengadvokasi kembalinya ke jalan perdamaian melalui solusi dua negara. Komite menegaskan kembali dukungan untuk hak-hak Palestina, menyerukan pembentukan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Para anggota mendesak komunitas internasional untuk mengamankan koridor bantuan untuk bantuan kemanusiaan yang mendesak ke Gaza, dan menolak kegiatan pemukiman yang terang-terangan dan pemindahan paksa warga Palestina.

Sumber:

https://saudigazette.com.sa/article/638231/SAUDI-ARABIA/Islamic-Ministerial-Committee-urges-UN-chief-to-reject-Israeli-blatant-settlement-activities

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement