Kamis 07 Dec 2023 17:40 WIB

Sambut Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan Materi Khutbah dan Ceramah Moderat

Agar setiap khutbah di masjid menyampaikan tentang kebaikan dan toleransi.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Foto: Republika/ Idealisa Masyrafina
Menag Yaqut Cholil Qoumas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghadiri dan memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral, dalam rangka Pengamanan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut, menyampaikan, pemerintah akan merayakan Natal Nasional pada 27 Desember 2023 di Surabaya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjadi Ketua Umum Natal Nasional tahun ini.

Baca Juga

"Kenapa Surabaya dipilih, salah satu keinginannya bahwa Natal tidak semata milik umat Kristiani, tapi seluruh agama terutama bangsa Indonesia. Natal harus dirayakan bersama dengan bahagia, agar Natal bisa mencerminkan kebersamaan bangsa Indonesia," ujarnya, Kamis (07/12/2023).

Menurut Gus Yaqut, ia juga sudah melakukan koordinasi dengan tokoh-tokoh agama agar selama peringatan Natal dan tahun baru (Nataru) nanti, khutbah dan ceramah-ceramah yang disampaikan tokoh agama lebih bersifat moderat, memberikan pemahaman, dan penguatan keberagaman umat.

 

"Perbedaan sebagai takdir bangsa ini kita kuatkan, naskah-naskah khutbah sepanjang Desember ini disampaikan di masjid dan dikoordinasi oleh Kemenag di antaranya melalui Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) yang dibentuk Kemenag yang beranggotakan kurang lebih 104 ribu, sudah kita berikan materi khutbah yang sifatnya moderat," kata Gus Yaqut dikutip dari situs resmi Kemenag.

"Agar setiap khutbah di masjid menyampaikan tentang kebaikan dan toleransi kepada umat. Harapan kami, pihak keamanan juga dapat menjaga stabilitas sosial antarumat beragama," katanya.

Terkait koordinasi dengan ormas, dia mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan ormas. Salah satunya kemarin dengan pimpinan ormas Banser. "Ormas Banser menyiapkan 200 ribu anggota seperti tahun lalu, setiap saat bila TNI/Polri membutuhkan bantuan. Ini tradisi Banser di setiap perayaan hari besar agama-agama selalu terlibat dalam pengamanan," ujar Yaqut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement