Senin 04 Dec 2023 21:40 WIB

Gubernur Kalimantan Selatan: Indonesia tak akan Tinggalkan Palestina

Gubernur Kalimantan Selatan Serahkan Rp 4,4 M ke Baznas untuk bantu Palestina.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin.
Foto: dok Pemprov Kalsel
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menyerahkan bantuan sebesar Rp 4,4 miliar ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk disalurkan ke rakyat Palestina di Jakarta, Senin.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kalsel Berkatullah di Banjarmasin Senin menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan gubernur Kalsel tersebut hasil pengumpulan dari masyarakat untuk solidaritas rakyat Palestina di Gaza.

Baca Juga

Gubernur Kalsel pun diterima langsung oleh Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum didampingi Direktur Penguatan Pengumpulan Baznas RI Fitriansyah Agus Setiawan. 

Gubernur yang lebih akrab disapa Paman Birim tersebut mengatakan bahwa bantuan untuk Palestina ini sebagai bentuk nyata kepedulian rakyat Kalsel. "Derita rakyat Palestina adalah derita kita semua," katanya. 

 

Gubernur juga mengapresiasi bantuan yang dikoordinasikan oleh Baznas dari masyarakat Kalsel yang nantinya untuk masyarakat Palestina terrsebut. "Semoga bantuan warga Kalsel ini dapat bermanfaat untuk rakyat Palestina," katanya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum menyampaikan rasa gembira atas pengumpulan dana dari masyarakat Kalimantan Selatan.

"Kami sampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat Kalimantan Selatan atas bantuan untuk rakyat Palestina. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meringankan derita rakyat Palestina," katanya.

Mahdum juga secara khusus mendoakan gubernur bersama masyarakat Kalsel selalu dalam lindungan Allah SWT.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun mengunjungi Provinsi Kalsel di Kota Banjarmasin, sebelumnya mengikuti aksi damai bela Palestina di Kota Banjarbaru, Ahad (4/12/2023).

Dalam aksi itu, Dubes Palestina menyebutkan konflik perang antara Israel dan Palestina di Kota Gaza adalah murni penjajahan manusia dengan melakukan pembantaian terhadap masyarakat yang tidak bersalah. 

“Konflik sesungguhnya di Palestina adalah penjajahan, lebih dari 60 ribu masyarakat menjadi korban perang, ini harus dihentikan,” kata Zuhair.

Puluhan ribu masyarakat dari berbagai agama dan golongan yang menjadi korban perang itu tergeser dari tempat tinggal, sehingga banyak yang kehilangan rumah, bahkan mengalami kelaparan.

“Insya Allah, Indonesia tidak akan meninggalkan Palestina, Indonesia akan mendukung penuh kemerdekaan rakyat Palestina,” kata Zuhair.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement