Selasa 28 Nov 2023 18:24 WIB

Kata Jusuf Kalla Soal Bentrok Pro Israel dan Pro Palestina di Bitung Sulawesi Utara

Jusuf Kalla mengimbau semua pihak menguatkan persatuan.

Wakil presiden ke-10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla (JK).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Wakil presiden ke-10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla (JK).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Jusuf Kalla menyebut insiden yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara tidak ada kaitannya dengan perang antara agama, melainkan adanya salah pengertian dari dua kelompok.

"Tidak ada perang agama antara Palestina dan Israel. Kejadian di Bitung karena ada salah pengertian dan kedua belah pihak saling tidak memahami. Itu tentu tidak direncanakan dan tidak disengaja, hanya karena ada salah pengertian yang tidak kita harapkan," kata pria disapa akrab JK ini di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Baca Juga

Pihaknya menyayangkan insiden tersebut dan berharap kejadian tersebut tidak diperpanjang dan berulang karena dapat memecah belah bangsa sendiri. Perang yang terjadi antara Hamas dan Pasukan Israel bukanlah antaragama Kristen, Islam, Yahudi, Konghucu, Hindu dan Budha, tapi itu merupakan tragedi kemanusiaan.

Selain itu, insiden yang terjadi di Bitung telah ditangani serius oleh pihak kepolisian termasuk sudah ada beberapa pelaku ditangkap. Sebab, dampak kejadian itu menewaskan satu orang sehingga polisi harus bekerja cepat.

Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 ini sangat berharap kepada seluruh rakyat Indonesia agar tetap memegang teguh persatuan dan kesatuan serta menjaga Bineka Tunggal Ika, yang sudah menyatukan perbedaan di Tanah Air.

"Mudah-mudahan ini masalah dapat dipahami, karena ini adalah masalah kemanusiaan supaya kita bersatu dan menjaga kebinekaan kita," harap Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini menekankan.

Jusuf Kalla juga menyampaikan dalam pertemuannya di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jalan Mesjid Raya Makassar bahwa tokoh-tokoh agama di Sulsel maupun di Indonesia, melihat apa yang terjadi di Palestina dan Israel adalah pandangan kemanusiaan.

Hal itu disebabkan jumlah korban yang begitu banyak hingga mencapai belasan ribuan adalah merupakan tragedi kemanusiaan terjadi di negara tersebut. Bahkan, sebanyak dua juta orang lebih memilih mengungsi karena tidak dapat menetap di daerah perang.

"Saya kira, di sana salah satu pengungsian terbesar. Bayangkan, bagaimana masyarakat di sana makannya, kesehatannya, dan tidak ada air, tidak ada listrik, apalagi kini masuk musim dingin," ujar JK.

Sebelumnya, terjadi insiden di Kota Bitung saat kelompok yang hendak menggelar aksi damai bela Palestina tiba-tiba diserang kelompok tertentu bahkan membawa bendera Israel dan langsung menyerang mereka.

Dari video yang beredar di media sosial, salah seorang peserta aksi sempat di keroyok bahkan diduga di tikam kelompok ini hingga akhirnya korban dinyatakan tewas. Satu unit mobil yang membawa peralatan aksi bahkan di rusak kelompok tersebut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement