Selasa 31 Oct 2023 12:25 WIB

Seorang Muslim Ditikam di Texas

Muslim di Texas yang ditikam akhirnya meninggal dunia.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi Islamofobia
Foto: Foto : MgRol_94
Ilustrasi Islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID,TEXAS --  Seorang muslim Amerika ditikam hingga meninggal dunia di Texas. Dilansir di NBC News, Selasa (31/10/2023), polisi Conroe mengatakan, korban bernama Talat Jehan Khan ditikam secara fatal beberapa kali oleh seorang pria yang muncul entah dari mana ketika dia sedang duduk di meja piknik di luar apartemennya di Texas, Sabtu (29/10/2023).

Beberapa saksi bergegas membantu Khan, yang berusia 52 tahun. Dia merupakan seorang warga Amerika keturunan Pakistan dan seorang Muslim yang bekerja di Texas Children's Pediatrics Conroe. 

Baca Juga

Mereka memberikan gambaran kepada petugas tentang kejadian tersebut. Khan dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Polisi dikerahkan tepat setelah pukul 12.30 waktu setempat dan menangkap Miles Fridrich, (24 tahun) atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama setelah pengejaran singkat dengan berjalan kaki.

 

Sersan Polisi David Dickinson mengatakan polisi belum menemukan bukti yang mendukung bahwa motif tersebut terkait dengan ras atau etnis, namun dia mengatakan mereka menyisir akun media sosial dan komputer Fridrich dengan surat perintah penggeledahan. Polisi dan keluarga Khan mengatakan, sepengetahuan mereka, dia tidak mengenal Fridrich.

“Sejauh ini, tampaknya hal ini sepenuhnya acak,” kata Dickinson.

Dewan Hubungan Amerika-Islam, atau CAIR , di Texas mengatakan pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan penegak hukum mengenai pembunuhan tersebut.

“Saat ini kami tidak yakin apakah ini merupakan kejahatan rasial, namun mengingat keadaan tragis ini, kami sangat memperhatikan penyelidikan ini,” demikian bunyi pernyataan CAIR.

Polisi masih tidak yakin bagaimana Fridrich bisa masuk ke Apartemen Alys, kompleks mewah berpagar tempat tinggal Khan. Dickinson mengatakan bahwa dalam banyak kasus yang dia tangani, gerbang tidak berfungsi atau penjahat mengikuti orang lain masuk.

Khan meninggalkan seorang putri berusia 14 tahun, seorang putra berusia 23 tahun, dan reputasi sebagai dokter yang baik hati dan penuh kasih sayang.

“Anak-anaknya dan anak-anaknya yang dia rawat sebagai dokter anak adalah seluruh hidupnya. Segala sesuatu dalam hidupnya berkisar pada dua hal itu,” ujar Wajahat Nyaz, saudara laki-laki Khan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement