Jumat 20 Oct 2023 23:29 WIB

Wamen ATR/BPN Bagikan Sertifikat Tanah Wakaf di Indramayu

Raja Juli Antoni menyerahkan sembilan sertifikat wakaf untuk masjid dan mushala.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni
Foto: Dok Republika
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni membagikan sertifikat tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum atas tanah umat di Indramayu, Jawa Barat, Jumat (20/10/2023).

Bertempat di Masjid Nurul Hidayah, Telukagung, Indramayu, Jawa Barat, Raja Juli Antoni menyerahkan sembilan sertifikat wakaf untuk masjid dan mushola, yayasan pendidikan hingga taman kanak-kanak.

Baca Juga

Raja Juli menjelaskan penyerahannya dilakukan secara langsung karena sertifikasi tanah wakaf ini juga merupakan amanah Presiden Jokowi kepada Kementerian ATR/BPN supaya tanah umat memiliki kepastian hukum. Dengan begitu, fungsi sosial tanah akan berjalan memberikan manfaat bagi umat.

"Kalau fungsi sosial tanah wakaf tidak berjalan karena ada sengketa, mafia tanah, jadinya umat sendiri yang rugi. Oleh karena itu penting sekali melakukan sertifikasi tanah," ujar Raja Antoni.

Setelah menjelaskan pentingnya melakukan sertifikasi tanah umat, Raja Antoni mengajak apabila masih ada tanah yang belum bersertifikat untuk segera datang ke Kantor Pertanahan setempat. Ia menyebutkan, pihaknya akan membantu dengan sepenuh hati. "Terima kasih atas kerja sama Bapak Ibu sekallan sudah mendaftarkan tanah wakafnya. Saya berharap apabila masih ada masjid, sekolah, pondok pesantren yang belum bersertifikat dapat segera datang ke Kantor Pertanahan terdekat," ujarnya.

Dia juga meminta kepada penerima sertifikat untuk menjaga sertifikatnya dengan baik, misalnya dengan menyiapkan fotokopi dan menyimpannya di tempat yang aman. Apabila hilang, bisa datang ke Kantor Pertanahan untuk diganti dengan yang baru.

"Mohon sertifikat dijaga dengan baik, difotokopi, naudzubillah hilang, bisa datang ke kantor kami untuk diganti dengan sertifikat yang baru," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Hidayah, Mahmud, yang juga menerima sertifikat atas perluasan masjidnya menceritakan bahwa masjid tersebut telah berdiri sejak tahun 1917, dan masyarakat secara bergotong-royong merawat masjid itu dari masa ke masa.

Dulu masjid ini sangat kecil, sekarang alhamdulillah, dengan gotong-royong masyarakat bisa punya 7.000 meter persegi, termasuk sawah untuk kesejahteraan masjid. Kami terima kasih banyak Pak Wamen berkenan menyerahkan secara langsung," kata Mahmud.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement