Selasa 17 Oct 2023 19:06 WIB

Baitul Mal Salurkan Rp 64,6 Miliar Zakat dan Infak ke Warga Aceh

Dana zakat dianggarkan untuk berbagai program kesejahteraan umat.

Panitia penerimaan dan penyaluran zakat fitrah mengumpulkan beras yang diserahkan warga di Masjid Al-Ikhlas Desa Ilie, Banda Aceh, Aceh, Kamis (28/4/2022). Umat Islam diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mensucikan harta dan melengkapi ibadah puasa Ramadhan sebesar 2,8 kilogram beras per jiwa sesuai yang ditetapkan Kemeterian Agama.
Foto: ANTARA FOTO / Irwansyah Putra
Panitia penerimaan dan penyaluran zakat fitrah mengumpulkan beras yang diserahkan warga di Masjid Al-Ikhlas Desa Ilie, Banda Aceh, Aceh, Kamis (28/4/2022). Umat Islam diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mensucikan harta dan melengkapi ibadah puasa Ramadhan sebesar 2,8 kilogram beras per jiwa sesuai yang ditetapkan Kemeterian Agama.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Badan Baitul Mal Aceh telah menyalurkan zakat senilai Rp 45,7 miliar untuk ribuan penerima manfaat zakat (mustahik) di Aceh. Dana zakat tersebut disalurkan melalui program pemberdayaan berbasis keluarga, bantuan modal usaha hingga beasiswa pendidikan.

“Sampai (16/10/2023), realisasi penyaluran dana zakat sudah Rp 45,7 miliar, dan dana infak Rp 18,8 miliar sehingga totalnya Rp 64,6 miliar,” kata Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Amirullah, Selasa (17/10/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan, zakat yang disalurkan tersebut sesuai dengan Keputusan Dewan Pertimbangan Syari’ah Baitula Mal Aceh tentang penetapan program penyaluran zakat dan infak tahun 2023. Menurut Amirullah, dana zakat tersebut disalurkan untuk tujuh senif, di antaranya senif fakir yang sudah mencapai Rp 3,8 miliar, senif miskin Rp 33,9 miliar, senif amil Rp 819 juta, dan senif mualaf Rp 1,18 miliar.

“Kemudian untuk senif gharimin Rp 1,5 miliar, senif fisabilillah Rp 492,6 juta dan Ibnu Sabil Rp 3,8 miliar. Jadi ada tujuh senif ditambah satu infak,” ujarnya.

Pada 2023, dia menganggarkan sejumlah dana zakat untuk berbagai program kesejahteraan umat dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Aceh. Adapun yang menjadi sasaran yakni sektor sosial, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan. Mulai dari program bantuan sosial, beasiswa, bantuan modal usaha kelompok dan individu, hingga bantuan muallaf tak berdaya dan lainnya.

Saat ini, lanjut dia, semua program tersebut sedang berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Petugas amir zakat Baitul Mal Aceh juga terus melakukan percepatan penyaluran di seluruh wilayah provinsi paling barat Indonesia itu.

Program-program dari Baitul Mal Aceh itu sedang dilakukan pendataan, verifikasi dan penyaluran terhadap mustahik, sehingga tingkat realisasi nantinya juga akan terus meningkat.

“Jadi semua mustahik kita kunjungi satu per satu, karena kita memastikan by name by address. Tapi wilayah kita jauh-jauh, sampai ke Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Simeulue, itu sedang kita lakukan percepatan,” ujarnya.

Ia berharap penyaluran dana zakat dalam dilakukan secara efektif dan tepat sasaran, sehingga akan meningkatkan kesejahteraan umat muslim dan masyarakat secara keseluruhan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada yang telah menyetorkan zakat dan infaknya melalui Baitul Mal Aceh. Semoga berkah hartanya dan semakin banyak pula mustahik yang bisa dibantu,” ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement