Senin 02 Oct 2023 14:09 WIB

Menkumham Cari Solusi Penjajahan atas Palestina Bersama Negara Asia-Afrika

Yasonna menegaskan Indonesia terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah
Rapat persiapan AALCO dipimpin Menkumham Yasonna Laoly
Foto: dok web
Rapat persiapan AALCO dipimpin Menkumham Yasonna Laoly

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyampaikan permasalahan Palestina akan dibicarakan dalam Asia-African Legal Consultative Organization (AALCO) ke-61 pada 15-16 Oktober 2023. Pemerintah Indonesia berupaya mencari jalan damai atas konflik yang sudah berlangsung menahun disana.

Yasonna menegaskan kemerdekaan Palestina merupakan hal yang terus diperjuangkan pemerintah Indonesia. Sebab, Indonesia berpegang teguh pada konstitusi yang mengharamkan penjajahan.

Baca Juga

"Ini concern Indonesia, sesuai dengan konstitusi kita sangat jelas bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan," kata Yasonna kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/10/2023).

Cara yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina, yaitu mendiskusikannya bersama negara Asia-Afrika lewat AALCO ke-61. Yasonna menyebut pemerintah Indonesia siap mendengar pandangan negara Asia-Afrika terkait isu Palestina.

 

"AALCO akan membahas pandangan-pandangan dari negara Asia Afrika mengenai posisi yang akan diambil tentang penyelesaian (konflik) Palestina," ujar Yasonna.

Yasonna meyakini AALCO ke-61 dapat membuahkan sikap bersama Asia-Afrika menentang penjajahan di bumi Palestina. Sehingga negara Asia-Afrika dapat menyatukan suara mengenai kemerdekaan Palestina di forum internasional.

"Ini tidak hanya isu yang ada di Asia-Afrika tapi internasional, buat kita bagaimana cari peace solution dapat tercapai dengan tidak abaikan hak negara palestina untuk dapat pengakuan," ujar Yasonna.

AALCO merupakan organisasi antar-pemerintah di Asia Afrika untuk

menyuarakan kepentingan negara-negara Asia Afrika di berbagai bidang. AALCO merupakan hasil dari KTT Asia-Afrika yang digelar di Bandung pada 1955. Setahun kemudian, organisasi ini resmi berdiri dan sejak saat itu aktif mendiskusikan isu-isu yang menjadi perhatian negara-negara anggotanya di berbagai bidang seperti hukum internasional, hukum laut, hukum dagang.

Pembahasan isu dilakukan melalui forum tahunan yang digelar di negara anggota AALCO. Tahun ini, The 61st AALCO Annual Session akan digelar di Bali pada 15-20 Oktober 2023. Rencananya, AALCO ke-61 dihadiri 47 negara anggota, 44 negara pengamat, 24 organisasi pengamat, dan dua otoritas pengamat.

"AALCO harus bisa menjadi mitra sejajar dengan organisasi global lain yang memiliki posisi tawar kuat. Kekuatan tawar ini menjadi penting agar kita tidak tunduk pada kebijakan yang merugikan kepentingan negara-negara Asia-Afrika," ujar Yasonna.

Beberapa agenda pembahasan utama pada gelaran The 61st AALCO Annual Session antara lain isu-isu terkait pelanggaran hukum internasional di Palestina, isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, hukum dagang dan investasi internasional,pemulihan aset, dan hukum laut yang mencakup isu penangkapan ikan ilegal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement