Ahad 01 Oct 2023 19:00 WIB

Pusat Islam Jerman Luluskan Angkatan Pertama Imam Masjid

Jerman merupakan rumah bagi 5,3 hingga 5,6 juta warga Muslim.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Goettingen Central Mosque atau Masjid Pusat Goettingen di Jerman.
Foto: IHA Photo
Goettingen Central Mosque atau Masjid Pusat Goettingen di Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Dewan Pusat Umat Islam di Jerman baru-baru ini mengukir sebuah sejarah. Lembaga tersebut mengumumkan wisuda angkatan pertama imam masjid di negara itu, yang terdiri dari pria dan wanita.

Berdasarkan informasi yang ada, angkatan pertama lulusan ini beranggotakan 26 orang. Mereka menerima sertifikat dari Islamic Training College di Osnabrück, sebagai tanda langkah signifikan bagi Islam di Jerman.

Baca Juga

Ketua Dewan Pusat Muslim yang berbasis di Jerman, Ayman Mazik, mengungkapkan kegembiraan yang luar biasa. Ia juga mengingat perkembangan ini merupakan tonggak sejarah bagi Islam di negara tersebut.

“Untuk pertama kalinya, para imam dilatih di Jerman dan menerima pendidikan dalam bahasa Jerman. Pelatihan yang berlangsung di Islamic College di Osnabrück ini membuat mereka memenuhi syarat untuk menjadi imam di masjid," ujar dia dikutip di Shafaq News, Ahad (1/10/2023).

Mantan Presiden Jerman Christian Wolff, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Kolese, memuji peristiwa tersebut. Ia menganggap hal ini sebagai peristiwa bersejarah dan menekankan pentingnya melatih para imam dalam bahasa Jerman.

Tidak hanya itu, Wolff juga menyatakan bahwa mengingat jutaan Muslim tinggal di Jerman, pelatihan semacam itu memberikan kontribusi signifikan terhadap integrasi di dalam masyarakat.

Sebuah Perguruan Tinggi Islam di Jerman didirikan pada tahun 2019 di Osnabrück, Jerman bagian barat. Peserta gelombang pertama memulai pelatihan mereka pada musim panas 2021.

Perguruan tinggi yang didanai oleh Kementerian Dalam Negeri Federal ini merupakan kolaborasi antara ulama Islam dari Jerman. Kehadirannya bertujuan untuk melatih ulama Islam dan pembimbing spiritual yang mahir berbahasa Jerman.

Orang-orang dengan gelar sarjana dalam bidang teologi Islam atau diploma setara memenuhi syarat untuk program ini. Di dalamnya ditawarkan pengajaran praktis dalam pembacaan ayat-ayat Alquran, teknik dakwah, praktik ibadah dan politik.

Saat ini, Jerman merupakan rumah bagi 5,3 hingga 5,6 juta warga Muslim, atau sekitar 6,4 hingga 6,7 persen dari populasi. Oleh karena itu, Islam merupakan topik yang sangat penting dalam wacana masyarakat dan politik. 

Sumber:

https://shafaq.com/en/World/Historic-milestone-first-batch-of-mosque-imams-graduate-in-germany-including-women

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement