Ahad 24 Sep 2023 20:14 WIB

200 Produk UMKM di Batam Sudah Bersertifikat Halal

Sertifikat halal akan mengembangkan UMKM.

Warga menunjukkan logo halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tertera di mie instan impor dengan latar belakang logo halal Indonesia di Jakarta, Senin (14/3/2022). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan label halal yang dikeluarkan oleh MUI tidak akan berlaku lagi secara bertahap.
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Warga menunjukkan logo halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tertera di mie instan impor dengan latar belakang logo halal Indonesia di Jakarta, Senin (14/3/2022). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan label halal yang dikeluarkan oleh MUI tidak akan berlaku lagi secara bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, mencatat sebanyak 200 produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah itu sudah bersertifikat halal pangan olahan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid mengatakan dengan telah tersertifikasi halal produk UMKM maka dapat meningkatkan kepercayaan serta ada kualitas terbaik pada produk yang dihasilkan.

Baca Juga

"Terima kasih kepada bapak/ibu yang sudah mendukung program pemerintah dan mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan sertifikat halal. Mudah-mudahan usaha bapak/ibu semakin maju," kata Jefridin di Batam, Ahad (24/9/2023).

Ia menambahkan untuk meningkatkan kualitas pengemasan produk, para pelaku usaha dapat mengikuti pelatihan tersebut bersama Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam.

 

Jefridin juga meminta pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, sehingga pelaku UMKM yang sudah menerima sertifikat halal dapat mengikuti pelatihan tersebut.

"Jika label halal sudah ada, pengemasan sudah oke. Saya yakin UMKM di Kota Batam keren dan maju. Mari kita terus bergandeng tangan berkolaborasi dengan pemerintah," ujar dia.

Menurut dia, dengan pelaksanaan pelatihan kemasan produk adalah bertujuan untuk menghadirkan penampilan produk yang menarik minat pembeli.

“Tujuannya agar pengusaha dapat mengetahui bagaimana pengemasan produk yang baik dan menarik, juga memiliki nilai jual,” kata Jefridin.

Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut yaitu fungsi dan kegunaan dari pengemasan produk, serta pelabelan kotak makanan untuk memperkuat produk yang dihasilkan oleh pengusaha mikro.

Ia juga mengajak masyarakat agar mengambil manfaat dari pembangunan infrastruktur seperti pelebaran jalan, bandara maupun pelabuhan yang dilakukan pemerintah.

"Semua dilakukan tidak lain adalah untuk menarik orang datang ke Batam. Baik investor maupun wisatawan mancanegara dan domestik. Dari kunjungan inilah orang akan datang dan membeli produk-produk UMKM," kata Jefridin.

Ketua Panitia Program Sehati Affuandris mengharapkan pelaku UMKM semakin maju dan mampu bersaing di kancah dunia di sektor ekonomi.

"Ada 200 produk UMKM yang hari ini menerima sertifikat halal dari Kemenag RI. Alhamdulillah UMKM Batam naik kelas untuk labelitas dan pelabelan. Kita harus melek terhadap digitalisasi," kata Affuandris.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement