Senin 11 Sep 2023 08:46 WIB

Masjid Bersejarah Abad ke-12 Maroko Ikut Rusak karena Gempa

Gempa bumi mengguncang Maroko.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Masjid Bersejarah Abad ke-12 Maroko rusak karena gempa bumi.
Foto: Gulf Today
Masjid Bersejarah Abad ke-12 Maroko rusak karena gempa bumi.

REPUBLIKA.CO.ID,RABAT -- Bencana alam gempa bumi yang mematikan mengguncang Maroko. Akibatnya, salah satu situs bersejarah terpenting di pegunungan High Atlas ikut rusak.

Situs masjid yang terbuat dari tanah dan batu ini dibangun oleh dinasti abad pertengahan, yang menaklukkan Afrika Utara dan Spanyol. Media lokal Maroko memberitakan, sebagian Masjid Tinmel runtuh.

Baca Juga

Di media sosial, beredar foto-foto terkait kondisi terbaru rumah ibadah umat Muslim tersebut, yang tidak dapat segera diverifikasi oleh media. Unggahan itu menunjukkan tembok-tembok yang runtuh, menara yang setengah runtuh, serta tumpukan puing yang besar.

Salah satu pengguna X, @SahraOuld membagikan foto kondisi Masjid Tinmel. Dia menulis, "Menurut unggahan di media sosial, inilah yang tersisa dari masjid bersejarah Tinmel, tempat lahirnya salah satu kerajaan terbesar di Afrika."

Apa yang ia unggah ini pun mendapat banyak komentar dari pengguna lainnya. Semuanya merasa sedih dan terpukul dengan kejadian tersebut.

Pengguna @ToastLancerGJ mengatakan, "Hati kami tertuju pada semua orang yang terbunuh/terluka. Belum lagi hilangnya/kerusakan terhadap bangunan bersejarah yang tak tergantikan tersebut, merupakan hilangnya/kerusakan terhadap sejarah masyarakat di wilayah tersebut, & bagian dari warisan budaya  kemanusiaan secara keseluruhan. Dunia berduka atas penderitaan rakyat Afrika Barat Laut.”

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang laporan kerusakan di Tinmel, seorang sumber dari Kementerian Kebudayaan Maroko mengatakan, kmenterian telah memutuskan untuk memulihkannya dan akan menganggarkan untuk itu, tanpa memberikan rincian.

Dilansir di Gulf Today, Senin (11/9/2023), masjid abad ke-12 ini dibangun ketika dinasti Almohad mendirikan ibu kota pertamanya di lembah Atlas yang terpencil, sebelum merebut Marrakesh.

Kejadian ini sekaligus memproklamasikan pemimpinnya sebagai Khalifah, serta bergerak melintasi wilayah tersebut didorong oleh semangat keagamaan.

Badan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Unesco mengatakan mereka telah mendengar tentang kerusakan yang sangat penting terhadap Masjid Tinmel.  Menurut mereka, bangunan tersebut telah diusulkan untuk dicantumkan sebagai situs Warisan Dunia. Unesco lantas menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu pengiriman tim untuk menilai kerusakannya.

Setidaknya 2.000 orang dilaporkan tewas dalam gempa berkekuatan 6,8 skala richter tersebut. Bencana alam ini merupakan gempa paling merusak di wilayah tersebut setidaknya sejak tahun 1900.

Adapun gempa bumi ini terjadi pada Jumat (8/9/2023) malam. Sejumlah bangunan tradisional di High Atlas hancur dan meruntuhkan rumah-rumah dari batu bata dan lumpur, di banyak desa.

Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada kota tua Marrakesh, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO. Dilaporkan sebuah menara roboh dan sebagian tembok kota bersejarah runtuh, bersama dengan beberapa rumah tradisional.

Alun-alun Jemaa el-Fnaa, sebuah objek wisata terkenal yang dipenuhi dengan pasar yang sibuk, pedagang kaki lima dan taman, tampaknya tidak terpengaruh.

Masjid Kutubiyya yang menghadap ke alun-alun juga tetap utuh. Namun, sebagian tembok tanah merah Kota Tua yang terkenal itu retak, menurut Al Aoula TV yang dikelola pemerintah.  

Sumber:

https://www.gulftoday.ae/news/2023/09/10/morocco-earthquake-damages-12th-century-historic-mountain-mosque

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement