Senin 04 Sep 2023 07:34 WIB

Kerja Sama UIN Walisongo-Unika Soegijapranata Perkuat Moderasi Beragama

Toleransi perdamaian saling menyayangi menjadi sesuatu yang harus diwujudkan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
  Rektor UIN Walisongo, Prof Imam Taufiq MAg (kanan), berfoto bersama dengan Rektor Unika Soegijapranata, Dr Ferdinandus Hindiarto, usai penandatanganan MoU kerja sama.
Foto: Dokumen
Rektor UIN Walisongo, Prof Imam Taufiq MAg (kanan), berfoto bersama dengan Rektor Unika Soegijapranata, Dr Ferdinandus Hindiarto, usai penandatanganan MoU kerja sama.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang perkuat kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika/SCU) Semarang.

Selain untuk memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, kerja sama ini sekaligus menjadi implementasi dari moderasi beragama yang dilakukan oleh kedua universitas keagamaan yang ada di Kota Semarang tersebut.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq mengungkapkan, UIN Walisongo merupakan universitas Islam yang mengusung nilai Unity of Sciences yang memadukan ilmu agama dan pengetahuan.

Demkian halnya dengan Unika Soegijapranata, yang merupakan universitas Katolik, yang selama ini telah bermitra dengan UIN Walisongo, terutama dalam misi kemanusiaan hingga adanya fakultas kedokteran.

“Unika juga berperan konkret dalam percepatan terwujudnya Fakultas Kedokteran UIN Walisongo dan kami mengucapkan terima kasih untuk itu,” ungkapnya, usai penandatanganan MoU di Ruang Conference Gedung Fransiskus Asisi lantai 4.   

Prof Imam Taufiq berharap, ini akan menjadi trigger awal kolaborasi, jaringan, dan hal lain yang perlu dijalin bersama. Termasuk dukungan SDM dan kolaborasi sarana prasarana dalam pembentukan Fakultas Kedokteran di UIN Walisongo Semarang.

Selain kerja sama dalam pendirian Fakultas Kedokteran bisa disinergikan pula dalam hal moderasi beragama. Karena UIN Walisongo memiliki Rumah Moderasi Beragama yang sudah diresmikan pada 2019.

Terlebih, terkait dengan moderasi beragama, sejauh ini juga menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di UIN Walisongo dan kurikulumnya sudah didesiminasikan ke berbagai universitas.

"Karena keragaman beragama adalah wujud keramahan Allah. Maka toleransi perdamaian saling menyayangi menjadi sesuatu yang harus diwujudkan dalam misi kemanusiaan. Salah satunya  melalui pembangunan Fakultas Kedokteran,” jelas dia.

Sebelumnya, penandatanganan MoU dilaksanakan oleh rektor UIN Walisongo Semarang dan Rektor Unika Soegijapranata, Dr Ferdinandus Hindiarto.

Rektor Unika Soegijapranata, dalam kesempatan ini, menyambut baik kerja sama yang dibangun dengan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo. “Institusi kita saling berdekatan dan bisa berkolaborasi demi bangsa,” katanya.

Di tengah maraknya kampus yang membuka Fakultas Kedokteran, namun kebutuhan akan dokter masih cukup banyak di negeri Ini. Sehingga sinergi dan kolaborasi ini penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia.

“Semoga kerja sama berjalan dengan baik dan tidak terbatas pada Fakultas Kedokteran namun bisa dikembangkan pada fakultas yang lain,” ungkap rektor.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement