Ahad 03 Sep 2023 20:46 WIB

Sosok Menteri yang Larang Abaya untuk Siswi Muslimah di Prancis Seorang Gay?

Prancis akan melarang abaya untuk siswi Muslimah awal tahun ajaran baru

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Muslimah memakai abaya dibalut dengan cadar. Prancis akan melarang abaya untuk siswi Muslimah awal tahun ajaran baru
Foto: Saudi Gazette
Ilustrasi Muslimah memakai abaya dibalut dengan cadar. Prancis akan melarang abaya untuk siswi Muslimah awal tahun ajaran baru

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Menteri Pendidikan Prancis, Gabriel Attal, menjadi berita utama di seluruh dunia beberapa hari ini. Dia baru saja mengumumkan larangan penggunaan abaya, jubah yang dikenakan oleh perempuan dan anak perempuan Muslim, di sekolah-sekolah negeri Prancis. 

Gabriel Attal merupakan pendukung lama dan teman Emmanuel Macron. Dia mengatakan kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada awal tahun ajaran baru.

Baca Juga

"Jubah panjang yang longgar dianggap terlalu erat kaitannya dengan Islam," kata Menteri Pendidikan itu pada konferensi pers di Paris. Pernyataannya ini jelas memicu kemarahan dari para pemimpin dan kritikus Muslim.

Berusia 34 tahun, Attal adalah Menteri Pendidikan termuda dalam sejarah modern Prancis. Bahkan, secara luas dia dianggap sebagai bintang baru dalam politik Prancis.

 

Setelah dipromosikan ke posisinya ini hanya sebulan sebelum mengumumkan larangan abaya, Attal dengan cepat membuat pengaruhnya pada sistem pendidikan Prancis dan menuai kontroversi.

Seperti yang sudah diketahui, Prancis secara keras melarang adanya tanda-tanda keagamaan di sekolah-sekolah negeri dan gedung-gedung pemerintah. Hal ini dinilai melanggar undang-undang tentang sekularisme.

Kebijakan terbaru ini pun muncul setelah Prancis melarang penggunaan cadar di depan umum pada 2010. Akibatnya, pengumuman tersebut memicu kemarahan di kalangan umat Islam mengenai apa yang disebut 'Larangan Burqa'.

Baca juga: Kecemburuan Hafshah, Putri Umar Bin Khattab yang Memicu Turunnya Ayat Alquran

"Ketika masuk ke ruang kelas, tidak sepatutnya seorang siswa diketahui agamanya hanya dari melihat mereka. Saya telah memutuskan abaya tidak lagi dikenakan di sekolah," ucap dia dikutip di Daily Mail, Rabu (30/8/2023). Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 4 September.

Attal telah menarik perhatian media dunia, setelah menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di dunia politik. Dia adalah salah satu orang pertama yang secara terbuka mendukung Macron, ketika dia memutuskan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2017 dan segera menjadi anggota parlemen.

Tidak hanya itu, dia juga cepat naik pangkat... 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement