Rabu 30 Aug 2023 12:40 WIB

DPR Apresiasi Baznas Kelola Daging Dam untuk Program Stunting

Potensi nilai Dam umat Haji Indonesia capai Rp 500 miliar

Ketua Baznas RI Prof KH Noor Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR dengan Baznas di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/8/2023).
Foto: dok Baznas
Ketua Baznas RI Prof KH Noor Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR dengan Baznas di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi VIII DPR RI mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam mengelola daging Dam Jamaah Haji Indonesia sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting

"Komisi VIII DPR RI mengapresiasi langkah BAZNAS menjalin MoU dengan Ditjen PHU Kementerian agama dalam penghimpunan, pengiriman, pengelolaan dan pendistribusian daging dam jamaah haji Indonesia ke seluruh pelosok Indonesia," ujar Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR dengan Baznas di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Turut hadir Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily, Ketua Baznas RI Prof KH Noor Achmad, Wakil Ketua Baznas RI Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Zainulbahar Noor, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Kolonel (Purn) Nur Chamdani, Deputi I Bidang Pengumpulan Baznas RI M. Arifin Purwakananta, serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas RI HM Imdadun Rahmat.

Lebih lanjut, Ashabul Kahfi menambahkan, Komisi VIII DPR RI mendorong adanya kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan stakeholder lainnya dalam pendistribusian daging dam teraebut. 

"Komisi VIII DPR RI juga mendorong Baznas untuk menjalin kerja sama dengan lembaga Keagamaan Islam dalam menentukan status hukum fikih dalam menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan daging dam jamaah haji Indonesia," katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas RI Prof KH Noor Achmad MA, menyampaikan, Baznas bersama Kemenag RI telah melakukan penyembelihan hewan dam jamaah haji Indonesia di Arab Saudi sebanyak 3117 kambing melaui rumah potong hewan (RPH) Maslakh Ukaisiyah di Mekah. 

"Baznas ingin membawa dam ini ke Indonesia adalah karena kepatuhan atas regulasi yang ada dan kepatutan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat utamanya dalam menurunkam angka stunting di Indonesia," ujarnya. 

Ia menyatakan, potensi nilai dam umat Haji Indonesia adalah 230 ribu ekor kambing atau senilai dengan Rp 500 miliar.

"Setelah sampai di Indonesia, daging hewan dam jamaah haji Indonesia ini akan diolah menjadi makanan siap saji kemudian akan didistribusikan ke wilayah 3T, wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, sebagai pencegahan stunting serta pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan," kata Kiai Noor. 

Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si, menjelaskan, terdapat dua kontainer daging dam jamaah haji Indonesia telah masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok pada Ahad (27/8/2023), sementara satu kontainer lagi akan tiba pada Rabu (30/8/2023). 

"Daging dam yang telah sampai ini akan menunggu karantina 7-10 hari untuk mendapat keterangan sehat dari dokter. Setelah itu baru akan kita proses ke tahap pengolahan," ujar Rizaludin. 

Rizaludin berharap, daging dam jamaah haji Indonesia ini dapat segera diolah dan didistribusikan hingga pelosok negeri, sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Baznas juga akan memastikan bahwa pengelolaan daging dam ini sesuai dengan prinsip 3A, Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement