Selasa 29 Aug 2023 18:04 WIB

Sekolah Ditutup Usai Guru Minta Murid Hindu Tampar Siswa Muslim Viral

Insiden penamparan itu memicu gelombang kemarahan di media sosial.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah
Siswa yang mengenakan masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona, menghadiri kelas saat sekolah dibuka kembali setelah ditutup selama berbulan-bulan karena pandemi COVID-19 di Ahmedabad, India, Senin, 11 Januari 2021. Negara bagian Gujarat telah membuka kembali sekolah hanya untuk kelas 10 dan 12.
Foto:

"Selain itu, saya meminta untuk segera menginstruksikan pemerintah daerah terkait untuk menahan diri dari upaya meremehkan masalah serius ini,” kata Ketua Jamiat Maulana Mahmood Madani dalam suratnya.

Tindakan tercela tersebut tidak hanya bertentangan dengan prinsip-prinsip inti pendidikan tetapi juga melanggengkan bias dan kebencian yang tidak memiliki tempat dalam masyarakat yang adil dan inklusif.

Pemimpin Majlis-e-Ittehad-ul-Muslimeen (AIMIM) Seluruh India Asaduddin Owaisi mengatakan di Twitter, “Muslim India menghadapi penganiayaan dan diskriminasi yang sama seperti yang dihadapi orang Yahudi pada tahun 1930-an, apakah ini akan mengarah pada Kristallnacht? Semoga tidak."

Dia berbicara dengan ayah anak tersebut dan mengatakan keluarganya tidak makan selama dua hari. Owaisi juga mengatakan video tersebut adalah produk dari 9 tahun terakhir. Pesan yang ditanamkan ke dalam pikiran anak-anak kecil adalah bahwa seseorang dapat memukuli dan mempermalukan seorang Muslim tanpa dampak apa pun. 

“Ayah dari anak tersebut telah mengeluarkan anaknya dari sekolah dan menyatakan secara tertulis bahwa dia tidak ingin melanjutkan masalah tersebut karena dia tahu dia tidak akan mendapatkan keadilan dan malah dapat merusak 'suasana',” kata dia.

Circle Officer Ravi Shankar pada mengatakan ternyata siswa tersebut dipukuli karena tidak menyelesaikan tugas sekolah dan tidak ada yang tidak menyenangkan di dalamnya. Dalam sebuah surat, NCPCR meminta hakim distrik Muzaffarnagar untuk memberikan rincian yang relevan tentang sekolah tempat kejadian tersebut terjadi.

 

Ketua NCPCR Priyank Kanoongo juga mengimbau masyarakat di Twitter untuk tidak mengungkapkan identitas anak korban dengan membagikan video yang memperlihatkan dia ditampar oleh teman-teman sekelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement