Sabtu 19 Aug 2023 06:54 WIB

Qatar Kutuk Agresi Israel yang Menyerbu Masjid Al-Aqsa

Agresi Israel menyebabkan jatuh korban seorang warga Palestina.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Natalia Endah Hapsari
 Pemerintah Qatar mengutuk keras agresi Israel terhadap kota Jenin di Tepi Barat. puluhan pemukim Israel juga dilaporkan melakukan penyerbuan ke Masjid Al Aqsa. /ilustrasi
Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Pemerintah Qatar mengutuk keras agresi Israel terhadap kota Jenin di Tepi Barat. puluhan pemukim Israel juga dilaporkan melakukan penyerbuan ke Masjid Al Aqsa. /ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Pemerintah Qatar mengutuk keras agresi Israel terhadap kota Jenin di Tepi Barat. Aksi yang mereka lakukan ini menyebabkan jatuh korban seorang warga Palestina.

Bukan hanya itu, puluhan pemukim Israel juga dilaporkan melakukan penyerbuan ke Masjid Al Aqsa. Di halaman masjid tersebut, mereka melakukan ritual Talmud.

Baca Juga

Qatar menyebut sejumlah aksi penyerangan ini merupakan episode baru dari rangkaian kejahatan yang dilakukan terus-menerus dan mengerikan, terhadap rakyat Palestina yang tak berdaya.

"Pada saat yang sama, aksi ini juga seolah menjadi provokasi terhadap perasaan lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia, sekaligus pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional," kata Qatar dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Gulf Times, Sabtu (19/8/2023)

Tidak hanya itu, Kementerian Luar Negeri Qatar juga memperingatkan tentang memudarnya peluang perdamaian dan meluasnya siklus kekerasan, akibat eskalasi yang terus-menerus terjadi oleh Israel di wilayah pendudukan Palestina.

Bagi Qatar, rentetan kejadian ini seolah menekankan perlunya masyarakat internasional untuk segera bergerak memberikan perlindungan yang diperlukan bagi rakyat Palestina. Israel wajib menghentikan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, sertamemaksanya untuk menghormati keputusan legitimasi internasional.

Kementerian itu lantas memperbaharui sikap tegas Qatar pada keadilan perjuangan Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina persaudaraan. Termasuk di dalamnya adalah pembentukan negara merdeka mereka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Menurut laporan //AFP//, pasukan Israel pada hari Kamis (17/8/2023) kemarin membunuh militan Palestina dan menembak seorang petugas kesehatan, selama penggerebekan di Jenin.

"Mustafa al-Kastouni, 32, tewas setelah ditembak di kepala, dada dan perut oleh pendudukan (pasukan Israel) selama agresi di Jenin," kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan.

Direktur Bulan Sabit Merah Palestina di Jenin, Mahmud Saadi, mengatakan setidaknya dua orang dilaporkan terluka dalam serangan itu. Salah satunya adalah seorang petugas medis wanita yang tertembak di dada dan ginjal, yang kini dalam kondisi kritis.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement