Selasa 15 Aug 2023 05:33 WIB

PP Muhammadiyah Beri Beasiswa untuk 31 Calon Mahasiswa Asal Kenya

31 mahasiswa asal Kenya mendapat beasiswa dari PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah Beri Beasiswa untuk 31 Calon Mahasiswa asal Kenya. Foto:   Beasiswa (ilustrasi)
Foto: yeppopo.wordpress.com
PP Muhammadiyah Beri Beasiswa untuk 31 Calon Mahasiswa asal Kenya. Foto: Beasiswa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan beasiswa penuh bagi 31 calon mahasiswa asal Kenya, Afrika Timur, sebagai implementasi program internasionalisasi gerakan Muhammadiyah untuk kemanusiaan.

"Ini merupakan pintu bagi kita untuk kerja sama dalam program-program kemanusiaan, seperti dalam program ini sekaligus juga ingin menunjukkan bahwa Muhammadiyah hadir untuk semua, Muhammadiyah for All," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Penyerahan beasiswa secara simbolik dilakukan Haedar Nashir kepada Duta Besar Kenya untuk Republik Indonesia Galma Mukhe Boru di Jakarta.

Haedar mengatakan ke-31 calon mahasiswa ini akan disebar ke sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia sesuai disiplin ilmu yang dipilih. Program beasiswa pendidikan ini akan diberikan secara penuh oleh Muhammadiyah.

"Jadi bukan Muhammadiyah untuk orang Indonesia saja, tapi Muhammadiyah untuk seluruh warga bangsa-bangsa di dunia," katanya.

Selain itu PP Muhammadiyah membangun sumur bagi masyarakat Kenya. Menurut dia, air bersih menjadi sesuatu yang paling dibutuhkan oleh masyarakat Kenya. Bahkan PP Muhammadiyah juga berencana membangun sumur di Somalia.

"Kami belum bisa memberikan lebih dari itu, tapi ini menjadi titik masuk untuk kepentingan kita. Satu, Muhammadiyah memberikan beasiswa dan kedua membangun sumur dalam menghadirkan Islam berkemajuan," katanya.

Menurutnya, gerakan kemanusiaan untuk meningkatkan persaudaraan dan hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara di Afrika. Program kemanusiaan ini, kata Haedar, membawa misi perluasan internasionalisasi Muhammadiyah yang aktual dan di negara-negara yang memang membutuhkan bantuan dari persyarikatan.

"Ini semua sebagai upaya mewujudkan kehadiran Islam Berkemajuan yang rahmatan lil alamin dalam praktek nyata, bukan sekadar dalam praktek-praktek seminar saja," kata Haedar.

Sementara itu Duta Besar Kenya untuk RI Galma Mukhe Boru berharap ke depan ada kerja sama pembangunan sumber daya manusia yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kenya. Apalagi, hubungan diplomatik kedua negara menurutnya telah dimulai sejak tahun 1979.

"Untuk Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) RI, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Sekretaris Umum, dan LHKI PP Muhammadiyah, saya berterima kasih banyak atas kolaborasi ini. Terima kasih untuk Muhammadiyah," ucapnya.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement