Kamis 12 Feb 2026 17:04 WIB

Israel Semakin Brutal di Tepi Barat, Mahmoud Abbas Minta Donald Trump Bertindak

Israel melanggar kewajibannyak sebagai kekuatan pendudukan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: A.Syalaby Ichsan
Presiden Mahmoud Abbas
Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
Presiden Mahmoud Abbas

REPUBLIKA.CO.ID,OSLO — Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan respons tegas atas rencana terbaru Israel memperkuat kendali dan memperluas penjajahannya atas wilayah Tepi Barat. Abbas menilai, langkah Tel Aviv tersebut bakal merintangi upaya perdamaian yang tengah dijalankan Trump. 

Hal itu disampaikan Abbas seusai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store di Oslo pada Rabu (11/2/2026). Abbas mengatakan, selain soal kebijakan terbaru Israel yang hendak memperkuat kontrol atas Tepi Barat, dia dan Store turut membahas soal aksi kekerasan pemukim Yahudi dan pembekuan dana senilai 4 miliar dolar AS oleh Tel Aviv yang ditujukan untuk rakyat Palestina. 

Baca Juga

“Pelanggaran-pelanggaran serius ini membutuhkan tanggapan tegas dari pemerintahan AS dan komunitas internasional karena menghambat upaya Presiden (Donald) Trump dan merupakan pelanggaran hukum internasional,” kata Abbas awak media, dikutip laman Al Arabiya.  

Pada hari yang sama, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, juga menyoroti keputusan terbaru kabinet keamanan Israel yang dinilai hendak meniadakan eksistensi Palestina. "Ini adalah langkah lain oleh otoritas Israel untuk membuat negara Palestina yang layak menjadi tidak mungkin, yang melanggar hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” ujar Turk dalam sebuah pernyataan.

photo
Pasukan Israel menghentikan pengungsi Palestina yang berusaha kembali ke kamp pengungsi Nur Shams selama operasi militer Israel di dekat kota Tulkarem, Tepi Barat, 9 Februari 2026. - (EPA/ALAA BADARNEH)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement