Kamis 10 Aug 2023 17:24 WIB

Syekh Sudais Naik Selevel Menteri, Urusan Dua Masjid Suci Langsung di Bawah Raja Salman

Presidensi Dua Masjid Suci menjadi lembaga setingkat kementerian.

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Ketua Lembaga Dua Masjid Suci, Syekh Abdurraahman Sudais.
Foto: Istimewa
Ketua Lembaga Dua Masjid Suci, Syekh Abdurraahman Sudais.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan penunjukan Syekh Dr Abdurrahman As Sudais sebagai Kepala Lembaga Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan pangkat menteri pada Selasa (8/8/2023). Lembaga ini akan berada langsung di bawah pengawasan Raja Arab Saudi. 

Hal tersebut tertuang dalam hasil rapat Kabinet Saudi yang dipimpin oleh Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, di Istana Al-Salam Jeddah, Arab Saudi, seperti dilansir Saudi Press Agency (SPA), Rabu (9/8/2023). 

Baca Juga

Kabinet juga menyepakati pembentukan Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi. Ini adalah badan independen langsung di bawah lembaga Kerajaan Arab Saudi untuk mengawasi urusan dan ajaran agama di dua Kota Suci tersebut.

Kabinet juga memutuskan untuk mengubah nama Presidensi Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.  

Kabinet juga mengambil keputusan untuk menunjuk Dr Tawfiq bin Fawzan Al Rabiah, yang juga Menteri Haji dan Umrah, sebagai pimpinan badan baru tersebut. Jabatannya ialah Ketua Dewan Pengurus Otoritas Umum untuk Perawatan Masjidil Haram dan Masjidil Haram. 

Fungsi badan ini akan fokus pada pengelolaan layanan, pengoperasian, pemeliharaan, dan pengembangan kedua masjid tersebut. Badan tersebut juga akan memiliki dewan direksi, yang ketua dan anggotanya akan ditunjuk melalui keputusan kerajaan. 

Baca juga: Alquran Bukan Kalam Allah SWT Menurut Panji Gumilang, Ini Bantahan Tegas Prof Quraish

Menurut Syekh Sudais, keputusan ini sangat bersejarah yang menguatkan komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk menjaga dan mengelola Dua Masjid Suci. Termasuk bentuk keseriusan untuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah umroh dan peziarah untuk mencari ridha Allah dan menunaikan amanat yang agung.

"Dan tak kalah penting juga bentuk menghadirkan layanan termutakhir untuk para peziarah, dan menekankan tanggung jawab dan kemuliaan agung yang Allah SWT khususkan untuk Kerajaan demi merawat dua masjid suci," kata dia.  

Sebelumnya Al Sudais menjabat sebagai Presiden Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci Sheikh Abdulrahman Al Sudais. Saat itu, Al Sudais mengatakan upaya modernisasi rencana operasional teknologi terbesar dalam sejarah Masjidil Haram itu diaktifkan setelah satu tahun penelitian dan perencanaan. 

Jamaah dapat memanfaatkan robot pintar dan aplikasi elektronik yang membantu memfasilitasi ibadah mereka. Pada saat yang sama, Syekh Sudais menjelaskan, sebanyak 230 ruangan sholat di Masjidil Haram akan dibuka untuk menerima jamaah sepanjang Ramadhan 2023.  

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement