Senin 07 Aug 2023 08:31 WIB

Arab Saudi Perluas Visa Elektronik ke Delapan Negara

Langkah ini konsisten dengan strategi pariwisata dalam Visi Saudi 2030.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah, Arab Saudi, Selasa (23/5/2023).
Foto: Kemenag
Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah, Arab Saudi, Selasa (23/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi terus memperluas pemberlakuan visa elektronik (e-visa) ke berbagai negara. Yang terbaru, Kementerian Pariwisata Arab Saudi telah mengumumkan inisiatif baru untuk memberikan visa turis secara elektronik ke delapan negara lainnya termasuk Azerbaijan, Albania, Uzbekistan, Afrika Selatan, Georgia, Tajikistan, Kyrgyzstan, dan Maladewa.

Sehingga warga dari negara-negara tersebut dapat mengajukan visa turis ke Kerajaan Arab Saudi baik secara elektronik atau di pelabuhan masuk internasional Arab Saudi.

Baca Juga

Seperti dilansir Saudi Gazette pada Senin (7/08/2023), langkah ini konsisten dengan strategi dan aspirasi sektor pariwisata Kerajaan Arab Saudi yang digariskan dalam Visi Saudi 2030. Visi tersebut mencakup peningkatan kontribusi sektor tersebut terhadap PDB dari tiga persen menjadi lebih dari 10 persen.

Ini menciptakan satu juta peluang kerja tambahan dengan preferensi bagi warga negara Saudi dan menarik 100 juta wisatawan pada 2030. Visa turis memungkinkan individu untuk mengunjungi berbagai wilayah Kerajaan Arab Saudi dan melakukan umroh. Peraturan visa turis menyatakan turis harus mengikuti semua peraturan dan instruksi yang berlaku selama berada di Kerajaan Arab Saudi termasuk membawa identitas setiap saat.

Kementerian Pariwisata Arab Saudi mencatat visa turis tidak memungkinkan pelaksanaan haji atau umroh selama musim haji. Ini adalah perpanjangan dari inisiatif yang bertujuan  meningkatkan keterbukaan dan komunikasi Kerajaan dengan seluruh dunia, serta mendukung upaya pembangunan dan diversifikasi ekonomi. Inilah inti dari tujuan utama Visi Saudi.

Pada 27 September 2019, Kementerian Pariwisata Arab Saudi meluncurkan program visa turis, menargetkan 49 negara, meningkat menjadi 57 setelah penambahan negara lebih lanjut.

Maret lalu, Kementerian juga mengizinkan semua penduduk Teluk (GCC), terlepas dari pekerjaannya, untuk mengajukan visa turis. Ini adalah bagian dari upaya Kementerian memberikan kesempatan kepada semua penduduk GCC untuk mengunjungi tujuan wisata Saudi, terlibat dalam acara pariwisata dan hiburan, serta membiasakan diri dengan warisan dan atraksi wisata Saudi.

Kementerian bermaksud memperluas sistem e-visa turis untuk mencakup negara dan wilayah lain, sejalan dengan pertumbuhan dan peningkatan infrastruktur pariwisata Kerajaan yang sedang berlangsung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement