Ahad 09 Jul 2023 15:41 WIB

Dongkrak Reputasi Intelektual Indonesia: Asosiasi Dosen Terbitkan Jurnal Internasional

Dosen harus produktif menghasilkan karya yang bermanfaat.

flyer kegiatan ADP
Foto: dok web
flyer kegiatan ADP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jurnal Internasional yang digagas Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) didedikasikan untuk memperluas pemahaman tentang pergerakan, keislaman, kebangsaan, dan peradaban dalam pelbagai konteks. Peluncuran edisi perdana menandai tahun kedua  ADP sejak berdirinya.

Prof Abdurrahman Mas’ud, Ketua Umum Asosiasi Dosen Pergerakan Indonesia, menyampaikan kegembiraannya atas terbitnya jurnal perdana ini. Ia menekankan bahwa semangat publikasi ini didasari idealisme pergerakan, kebersamaan, serta kebangsaan ADP.

Baca Juga

"Saya sangat bersyukur, alhamdulillah, dengan terbitnya jurnal perdana kami ini. Awal kesuksesan ini disebabkan oleh tingkat profesionalisme dan pengalaman tim jurnal ADP kami dalam penulisan karya ilmiah yang memang selama ini telah menangani hal yang serupa di tempat lain,” ujar Prof Mas’ud, guru besar UIN Walisongo yang pernah memperoleh biasiswa empat kali di USA.

Selain itu, Prof Mas’ud berharap bahwa terbitnya jurnal ADP Internasional perdana ini akan meningkatkan jaringan internasional yang selama ini telah terbentuk secara informal di lingkungan ADP dan menciptakan perubahan besar, dari ADP untuk peradaban dunia. 

"Dengan semangat menciptakan perubahan dan meningkatkan jaringan internasional, publikasi ini pada dasarnya telah dan akan menjadi kumpulan ide-ide besar  dan strategis  ADP," tambah Prof Mas’ud, alumnus UCLA, USA ini. 

Selain itu, Managing Editor Jurnal ADP Internasional, Dr. Muhamad Mustaqim, memberikan tanggapannya tentang sumber daya yang melimpah yang dimiliki ADP dalam semua aspek. Ia menganggapnya sebagai modal sosial untuk meningkatkan kualitas publikasi.

“Untuk masa depan, melalui peluncuran perdana Jurnal ADP Internasional ini, diharapkan akan tercipta hasil publikasi dalam bentuk kajian keislaman dan peradaban yang dapat terindeks oleh lembaga pengindeks internasional bereputasi”, ungkap Mustaqim yang juga Dosen IAIN Kudus. 

Dalam konteks yang lebih luas, Prof Muhammad Noor Harisudin, Editor in Chief Jurnal ADP Internasional, menekankan pentingnya menjaga standar kualitas yang tinggi dalam artikel yang dipublikasikan oleh Jurnal ADP Internasional. Ia menyoroti maraknya penelitian yang tidak kredibel pada masa sekarang.

"Oleh karena itu, di Jurnal ADP, kami menerapkan saringan yang ketat untuk memastikan bahwa setiap tulisan adalah hasil artikel dan penelitian yang  berkualitas, memiliki unsur novelty, dan memberikan kontribusi pengetahuan yang berarti," ujar Prof Haris, yang juga merupakan Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Jurnal ADP berkomitmen untuk meningkatkan keterbacaan dan aksesibilitas artikel-artikel yang diterbitkan melalui sosialisasi, promosi, serta penggunaannya sebagai bahan kajian di perguruan tinggi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa Jurnal ADP dianggap sebagai sumber kajian yang serius. Selain dibaca secara normatif, artikel-artikel juga didiskusikan melalui forum-forum untuk meningkatkan kualitas jurnal ADP.

"Dengan terbitnya artikel-artikel terbaik yang memiliki keunikan, orisinalitas, dan kontribusi yang layak untuk disebarluaskan kepada masyarakat luas. Jurnal ADP akan menjadi rujukan yang kuat dan diakui di seluruh dunia," tambah Prof Haris.

Hal senada disampaikan Prof Ahmad Tholabi Kharlie, selaku unsur Ketua ADP. Dia berharap agar berkala ilmiah internasional ini dapat berfungsi sebagai corong pemikiran dosen-dosen Indonesia, khususnya dalam lingkup studi-studi keislaman dan peradaban yang lebih menarik dan segar. 

"Jurnal ADP hadir untuk memperkuat citra intelektualisme Indonesia di mata dunia internasional," ujar Tholabi yang juga Wakil Rektor UIN Jakarta.

Edisi perdana Jurnal ADP sudah tersedia di situs web resmi Asosiasi Dosen Pergerakan.   

Semua artikel dapat diakses secara daring oleh para pembaca yang tertarik untuk menjelajahi topik-topik keislaman dan peradaban terkini.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement