Kamis 22 Jun 2023 15:14 WIB

Lewat Beasiswa, Baznas Ingin Cetak Generasi Muda Berkualitas

Baznas juga berfokus untuk memberikan pendidikan yang layak kepada anak mustahik.

Baznas telah melakukan kerja sama program Beasiswa Cendekia Baznas 2023 dengan 159 kampus, yang terdiri atas 111 kampus mitra beasiswa dan 48 Mahad Aly.
Foto: Baznas
Baznas telah melakukan kerja sama program Beasiswa Cendekia Baznas 2023 dengan 159 kampus, yang terdiri atas 111 kampus mitra beasiswa dan 48 Mahad Aly.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggencarkan program beasiswa untuk anak mustahik, yang menjadi salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan. Terbaru, Baznas telah melakukan kerja sama program Beasiswa Cendekia Baznas 2023 dengan 159 kampus, yang terdiri atas 111 kampus mitra beasiswa dan 48 Mahad Aly. 

"Kita ingin mencetak segmen-segmen utama yang menjadi kebutuhan kita. Pertama adalah kita memberikan beasiswa kepada kelompok-kelompok yang hari ini menekuni keagamaan. Kita ingin mencetak ulama laki-laki atau perempuan, artinya kita memberikan kesetaraan kesempatan," ujar Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA.

Baca Juga

"Yang kedua, kita ingin menciptakan atau mendorong anak-anaknya mustahik ini masuk di dalam dunia teknokrat dan juga birokrat di Indonesia. Karena tantangan kita adalah menciptakan SDM unggul, dan kami meyakini bahwa pendidikan itu menjadi simbol akselerasi, percepatan anak-anaknya mustahik itu bisa naik kelas sosial," sambungnya.

Saidah melanjutkan, Baznas juga berfokus untuk memberikan pendidikan yang layak kepada anak mustahik. Karena dengan pendidikan yang baik, kelak mereka akan menjadi kelas sosial muzaki. 

"Kita ingin pendidikan menjadi simbol akselerasi dan batu loncatan serta harapan para mustahik untuk mencapai cita-citanya. Dan dana zakat menjadi dana penunjang untuk menciptakan harapan-harapan anak-anak kita," kata Saidah, di Jakarta, Selasa (20/6/2023).

Menurut Saidah, selain memberikan beasiswa, Baznas juga mendampingi dan membina para penerima manfaat dari sisi kemampuan (skill), yakni soft skill, social skill, dan interpreneurskill. Setiap 3 bulan sekali Baznas mengadakan forum-forum pendampingan, forum-forum pemberdayaan, kemudian forum komunikasi yang lebih luas dan membangun jaringan.

Baznas sangat menaruh perhatian pada dunia pendidikan. Sepanjang tahun 2022 lalu, Baznas meluncurkan berbagai program beasiswa, di antaranya Beasiswa Cendekia Baznas, Beasiswa Cendekia Baznas Kairo, Beasiswa Riset Program Mazawa, Beasiswa Riset Zakat Prodi Umum, Beasiswa Mahad Aly, Beasiswa Persiapan Sekolah Kedinasan, Beasiswa Santri, Beasiswa Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah), serta Beasiswa Kemitraan Khusus Disabilitas, Daerah 3T dan Suku Terasing Baznas 2022.

Dari sejumlah program beasiswa yang digulirkan Baznas Pusat dalam lima tahun terakhir, jumlah penerima manfaatnya mencapai 13.496 mahasiswa. Sedangkan dalam skala nasional, Baznas se-Indonesia telah memberikan manfaat kepada 2 juta mustahik dari sejumlah program beasiswa dalam dua tahun terakhir.

Sementara itu, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Prof Rochadi Abdulhadi menyambut baik bergulirnya Beasiswa Cendekia Baznas. Menurutnya, program ini sangat membantu sekali dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat kurang mampu.

"Kita tahu jika di Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto itu para mahasiswanya adalah menengah ke bawah, sehingga beasiswa ini sangat membantu kami untuk mencerdaskan para mahasiswa ini," katanya. 

Dia berharap, program ini akan terus bergulir dan ditingkatkan lagi kuotanya. Karena semakin banyak jumlah mahasiswa tentu akan bertambah tanggung jawab pihak kampus untuk mencerdaskan anak bangsa.

"Kriteria mahasiswa yang memperoleh beasiswa Baznas di tempat kami adalah mereka yang yatim, kemudian piatu, dan yatim piatu, lalu adalah mereka yang tidak mampu. Inilah yang menjadi tanggung jawab kami bagi mahasiswa yang masuk ke Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement