Selasa 20 Jun 2023 18:53 WIB

Saidah Sakwan: Lewat Pendidikan, Baznas Percepat Mustahik Naik Kelas

Baznas mendorong anak-anak para mustahik masuk dalam dunia teknokrat.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA menyampaikan, program Beasiswa Cendekia Baznas 2023.
Foto: Baznas
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA menyampaikan, program Beasiswa Cendekia Baznas 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA menyampaikan, program Beasiswa Cendekia Baznas 2023 merupakan alternatif untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada mereka yang terkendala menempuh pendidikan tinggi.

"Maka kami membuka mitra beasiswa ini baik untuk negeri maupun swasta. Kita juga menetapkan akreditasinya tidak harus A tapi B juga cukup. Karena anak-anaknya mustahik ini juga harus diberikan kesempatan akses seluas-luasnya," kata dia usai menghadiri agenda Silaturahmi Nasional Kampus Mitra Beasiswa Baznas dan Peluncuran Beasiswa Cendekia Baznas 2023, di Jakarta, Selasa (20/6/2023).

Acara tersebut dihadiri di antaranya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua Baznas RI Noor Achmad, Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat Muhammad Adlin Sila, para pimpinan kampus dan mahad 'aly.

Saidah mengatakan, prioritas Baznas antara lain ialah mencetak beberapa segmen utama. Pertama, memberikan beasiswa kepada kelompok-kelompok yang melakukan tafaqquh fiddin, yaitu kelompok yang menekuni keagamaan dalam rangka mencetak ulama baik laki-laki maupun perempuan dengan memberikan kesempatan yang luas.

 

Kedua, jelas Saidah, Baznas mendorong anak-anaknya mustahik masuk dalam dunia teknokrat. 

Para penerima beasiswa cendekia Baznas diharapkan menjadi teknokrat dan birokrat di Indonesia. Mengingat, tantangan saat ini adalah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

"Kami meyakini, pendidikan itu menjadi simpul percepatan anak-anaknya mustahik, untuk bisa naik kelas sosial. Dengan pendidikan yang baik, maka mereka pun akan naik menjadi kelas sosial muzakki," jelasnya.

Saidah menambahkan, kelas sosial muzakki ini bisa terukur dari sisi waktu dan kapasitas. Inilah yang kemudian terus digulirkan oleh Baznas, agar beasiswa tersebut tidak hanya di dalam negeri tetapi juga beasiswa di luar negeri.

"Karena kami juga menyasar beasiswa luar negeri, baik itu di Al-Azhar Kairo Mesir, Timur Tengah, Malaysia, dan sebagainya. Kami ingin pendidikan itu menjadi simpul percepatan. Pendidikan adalah batu loncatan dan harapan bagi mustahik untuk bisa mencapai cita-citanya. Dan zakat bisa menjadi penunjang untuk mewujudkan cita-cita anak-anak kita," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement