Kamis 18 May 2023 17:27 WIB

Mahasiswa Universitas Trakya Membuat Kaki Palsu untuk Korban Gempa di Turki

Kaki palsu bermanfaat untuk membantu korban gempa di Turki.

Rep: Mabruroh/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi kaki palsu.
Foto: EPA-EFE/YAHYA ARHAB
Ilustrasi kaki palsu.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Mahasiswa Universitas Traky (TU) telah membuat kaki palsu untuk korban gempa bumi Turki yang mengalami luka parah dan mengakibatkan kaki mereka harus diamputasi. Mereka berencana untuk menjangkau lebih banyak korban lagi untuk memberikan semangat kepada mereka yang merasa dunia terhenti akibat cedera itu.

Dilansir dari Daily Sabah, Kamis (18/5/2023),  Vilhel Yildirim (56) adalah salah satu korban gempa bumi Turki pada 6 Februari. Ia yang tinggal di Elbistan yang dilanda gempa, kehilangan satu kaki kanannya.

Baca Juga

Yildirim mengaku saat terbangun dan menyadari banyak keluarganya yang meninggal akibat gempa, mulai frustasi dan jika boleh memilih, ia pun ingin mati daripada hidup sebagai orang cacat dan hanya merepotkan orang lain.

Tetapi kini dia telah menapatkan bantuan kaki palsu dan menghabiskan setidaknya dua bulan lagi untuk belajar berjalan dengan prostesis pertamanya yang baru dipasang di Rumah Sakit Pelatihan dan Penelitian Koşuyolu Yüksek Ihtisas di Istanbul.

“Saya berdiri di atas kaki saya. Hari ini adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidupku. Saya merasa lebih baik saya kehilangan nyawa daripada menjadi cacat dan menjadi beban bagi orang lain. Itulah mengapa hari ini sangat penting bagi saya," ujar Yildirim.

Direktur Sekolah Vokasi Layanan Kesehatan Dr. Irfan Coşkun menjelaskan bahwa kaki palsu untuk korban gempa dibuat dengan bantuan mahasiswa di laboratorium ortopedi dan prostesis Universitas di Edirne.

Instruktur Orthopedic Prosthesis and Orthotics Program University Hayati Kaya mengatakan banyak orang kehilangan anggota tubuh mereka dalam bencana tersebut. Pihaknya butuh beberapa saat untuk menjangkau korban yang diamputasi seperti Yıldırım. "Setelah mengetahui tentang pasien ini, kami mulai mengerjakan pembuatan prostesis," ujar Kaya

Kaya menjelaskan proses pembuatan prostesis. Prostetik terbuat dari karbon dan resin agar tahan lama dan ringan, serta dilengkapi dengan mekanisme impor yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

"Setelah melakukan aplikasi prostesis yang sukses di Yıldırım, dia telah diamati selama beberapa waktu karena saat ini dia masih menggunakan kruk saat berjalan untuk memberikan lebih banyak keseimbangan dan untuk menyelesaikan proses adaptasi," kata Kaya.

"Ketika dia (Yildrim) terbiasa dengan prostesis dan berjalan secara mandiri, kami akan membantu lebih banyak orang yang diamputasi akibat gempa dengan kaki palsu," tambah Kaya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement