Kamis 04 May 2023 12:28 WIB

Jubir Gontor: Yang Alami Kecelakaan adalah Ustaz Baru yang akan Ngajar di Gontor Poso

Korban kecelakaan adalah santri Gontor yang baru lulus pada bulan Ramadhan.

Rep: Mabruroh/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi kegiatan santri Gontor.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Ilustrasi kegiatan santri Gontor.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Juru Bicara Pondok Pesantren Gontor, Ustaz Ahmad Saifullah membenarkan perihal kecelakaan bus yang ditumpangi santri Gontor di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.00 WITA pada Rabu (3/5/2023).

“Betul mbak. Itu adalah rombangan ustadz baru yang mendapatkan tugas pengabdian di Gontor Putra kampus Poso,” kata ustadz Saifullah saat dikonfirmasi Republika, Kamis (4/5/2023).

Baca Juga

Menurut Saifullah, mereka adalah para santri yang baru lulus pada bulan Ramadhan kemarin. Mereka diamanahi untuk mengabdi dengan cara mengajar di Pesantren Gontor di Kabupaten Poso.

“Mereka santri yang baru lulus bulan Ramadhan kemarin yang diamanahi untuk menjadi pengajar di Poso,” jelasnya.

 

Menurut Saifullah, bus tersebut berisi 29 ustadz baru Gontor, satu supir, dan 3 orang kernet. Saifullah mengaku belum tahu detail bagaimana kecelakaan tersebut terjadi hingga bus yang mengangkut alumni Gontor itu harus terjun ke jurang, namun akibat kecelakaan itu, menyebabkan tiga orang ustadz meninggal dunia.

“Informasi terakhir yang kami terima, 3 ustadz meninggal dunia. Mohon doanya semoga husnul khotimah,” ujar Saifullah.

Info awal

Sebelumnya para santri dilaporkan menjadi korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) bus masuk ke dalam jurang di kilometer 5 Toboli Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sekitar Pukul 22:00 WITA, Rabu. "Benar terjadi laka lantasdan kini polisi sedang melakukan penanganan," kata Kasihumas Polres Parigi Moutong Iptu J Turangan di Parigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (4/5/2023).

Dari laporan polisi, mobil ditumpangi itu masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter, yang sebagian penumpang telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS)Anuntaloko Parigi di Ibu Kota Kabupaten Parigi Moutong untuk mendapat penanganan medis, karena mengalami luka-luka.

Penumpang lainnya, lanjut dia, sedang dalam proses evakuasi di dasar jurang oleh tim SAR, kepolisian, dan masyarakat setempat. "Belum diketahui berapa jumlah korban luka-luka, karena masih dilakukan pendataan oleh petugas," ujarnya.

Dari peristiwa itu, arus lalu lintas di jalur tersebut mengalami kemacetan dan kini Kepolisian setempat mengambil tindakan mengurai tumpukan kendaraan. Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Kantor Basarnas Palu Andi Sultan mengemukakan, pihaknya telah mengerahkan personel dari Pos SAR Parigi membantu proses evakuasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement