Kamis 27 Apr 2023 15:04 WIB

Kemenag Akan Kirim 130 Imam Masjid ke UEA Tahun 2023

Banyak masjid di UEA membutuhkan imam berkemampuan baca Alquran yang indah.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi imam masjid memimpin sholat jamaah.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi imam masjid memimpin sholat jamaah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi imam masjid untuk ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA), pendaftarannya dibuka hingga 9 Mei 2023.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, menyampaikan, pengiriman imam masjid ini merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama Indonesia dan UEA.

Baca Juga

"Sebelumnya, telah dikirim sebanyak 70 dari target 200 imam. Pada tahun 2023 ini Kementerian Agama akan mengirim 130 imam untuk memenuhi target tersebut," kata Adib melalui pesan tertulis yang diterima Republika.ci.id, Rabu (26/4/2023) malam.

Adib mengatakan, program pengiriman imam ini memberi peluang bagi penghafal Alquran dan qari terbaik Indonesia untuk berkarir di kancah internasional.  

“Kita memberi kesempatan pada para hafiz di Indonesia untuk berkhidmat dan berkarier sebagai imam yang ditempatkan di masjid-masjid luar negeri, dalam hal ini Uni Emirat Arab,” ujarnya.

Adib berharap, imam yang dikirim dapat menjadi duta untuk mengharumkan nama Indonesia. Imam yang dikirim ke UEA ini membawa nama Indonesia. Kemenag berharap yang direkrut dan dikirim ke sana adalah orang-orang terbaik yang akan membawa nama baik Indonesia di UEA.

Adib menambahkan, imam masjid asal Indonesia diminati otoritas UEA karena paham keagamaannya yang moderat. Hal ini menjadi nilai tambah selain kemampuan dalam membaca Alquran.

"Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia yang memiliki banyak lembaga pendidikan Islam. Paham keagamaan Islamnya moderat. Karakter ini menjadi bagian penting dalam ajaran Islam sebagai pembawa kasih sayang bagi semesta alam," ujar Adib.

Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, menjelaskan calon imam yang akan dikirim ke UEA harus memenuhi syarat sebagai berikut.

1. Hafal Alquran minimal 20 Juz,

2. Menguasai ilmu Tajwid (teori dan praktik),

3. Memiliki suara yang fasih dan merdu,

4. Bisa berkomunikasi dalam Bahasa Arab,

5. Memahami ilmu fikih,

6. Memiliki keterampilan retorika dalam berdakwah dan berkhotbah,

7. Berakhlak mulia,

8. Berpaham Ahlussunnah wal Jamaah bi Manhaj Wasathiyyah,

9. Sehat jasmani dan rohani,

10. Tidak bergabung dalam partai politik,

11. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.

Pendaftaran seleksi calon imam masjid di UEA dibuka hingga 9 Mei 2023. Pengumuman seleksi administrasi 10 Mei 2023, seleksi online 11-13 Mei 2023, pengumuman seleksi online 16 Mei 2023, dan seleksi wawancara secara luring pada 20-22 Mei 2023. Pendaftaran administrasi perlu melampirkan unggahan KTP dan sertifikat keterangan hafiz Alquran 20 juz.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement