Rabu 29 Mar 2023 14:11 WIB

Apa itu Uang Haram dan Harta Haram?

Uang haram atau harta haram merupakan hal yang harus dijauhkan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi uang haram atau harta haram.
Foto:

Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali yang dikenal sebagai Imam Al-Ghazali dalam Kitab Minhajul Abidin menjelaskan betapa bahayanya memakan harta haram. Bahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda setiap daging pada tubuh ini yang tumbuh dari sesuatu yang diharamkan maka neraka tempat kembalinya.

Imam Al-Ghazali menjelaskan, bagi hamba yang tengah menempuh jalan ibadah dan ketaatan, wajiblah menjaga perut mereka. Sebab perut itu adalah anggota tubuh yang paling besar bahayanya dan paling sulit diperbaiki.

Menjaga perut dari barang haram maupun syubhat itu harus dilandasi atas tiga perkara. Pertama, karena takut terhadap ancaman neraka jahanam sebagai firman Allah Ta'ala dalam Surah An-Nisa Ayat 10.

 

اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا ࣖ ١٠

 

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS An-Nisa: 10).

Sabda Nabi Muhammad SAW, "Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang diharamkan maka neraka lebih utama bagi tempat kembalinya."

Imam Al-Ghazali menjelaskan, landasan kedua, orang yang memakan sesuatu yang diharamkan dan yang syubhat tidak akan memperoleh taufik dari sisi-Nya dalam beribadah. Sebab tidak pantas berkhidmat kepada Allah SWT kecuali orang yang suci dan telah disucikan.

Landasan ketiga, orang yang memakan apa yang diharamkan dan yang syubhat itu terhalang dari berbuat kebaikan. Jika ia kebetulan melakukan kebaikan maka itu tertolak dan tidak diterima oleh Allah SWT kebaikannya. Jika itu terjadi berarti ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali lelah dan susah, hanya menghabiskan waktu.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Berapa banyak orang yang sholat malam namun tidak mendapat apa-apa dari sholat malamnya itu selain kelelahan akibat begadang, dan berapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu selain rasa lapar dan dahaga saja."

Abdullah bin Abbas ra mengatakan, Allah SWT tidak menerima sholat orang yang dalam perutnya penuh dengan makanan haram. Hal ini dijelaskan Imam Al-Ghazali dalam Kitab Minhajul Abidin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement