Jumat 24 Mar 2023 13:28 WIB

Ketum PBNU tak Permasalahkan Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia

Ketum PBNU menilai kedatangan Timnas Israel ke Indonesia tak rugikan Palestina.

Rep: Dessy Suciati Saputri / Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil
Ketum PBNU tak Permasalahkan Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia. Foto:   Pidato ilmiah penerima gelar doktor honoris causa Ketua PP Muhammadiyah 2005-2010, Sudibyo Markus (tengah) Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf saat Rapat Senat Terbuka Penganugerahan gelar Honoris Causa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (13/2/2023). UIN Sunan Kalijaga memberikan gelar doktor kehormatan (honoris causa) kepada tiga tokoh agama dunia. Ketiganya mendapatkan gelar ini dinilai memberikan kontribusi aktif dalam mewujudkan perdamaian dan moderasi beragama. Proses pengajuan penerimaan doktor kehormatan kepada tiga calon ini berjalan selama dua tahun.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ketum PBNU tak Permasalahkan Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia. Foto: Pidato ilmiah penerima gelar doktor honoris causa Ketua PP Muhammadiyah 2005-2010, Sudibyo Markus (tengah) Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf saat Rapat Senat Terbuka Penganugerahan gelar Honoris Causa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (13/2/2023). UIN Sunan Kalijaga memberikan gelar doktor kehormatan (honoris causa) kepada tiga tokoh agama dunia. Ketiganya mendapatkan gelar ini dinilai memberikan kontribusi aktif dalam mewujudkan perdamaian dan moderasi beragama. Proses pengajuan penerimaan doktor kehormatan kepada tiga calon ini berjalan selama dua tahun.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tak mempermasalahkan jika Tim Nasional Israel akan datang ke Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia U-20. Menurut dia, kehadiran timnas Israel ke Indonesia ini belum tentu akan merugikan Palestina.

"Menurut saya sih ndak masalah. Belum tentu Palestina rugi kok. Sekarang kalau Israel datang ke sini, apakah Palestina rugi? Ga juga," kata Gus Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/3/2023).

Baca Juga

Ia menegaskan, yang terpenting adalah memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Hal ini merupakan mandat dari proklamator yang tidak hanya berpikir tentang Indonesia, berpikir secara parsial dan kepentingan kelompok tertentu.

"Tapi harus berangkat dari kepentingan semuanya, dan kita harus posisikan Indonesia ini sebagai bagian dari platfom internasional dan multilateral yang ada itu, yang merupakan wujud dari kepentingan bersama," kata dia.

Gus Yahya menilai perlunya mengembangkan posisi Indonesia melalui FIFA. Upaya ini dinilainya lebih konstruktif daripada hanya memprotes dan menolak kedatangan timnas Israel saja.

"Kalau cuma menolak datang, abis itu tidur, apa gunanya buat Palestina, ga ada gunanya juga. Tapi kalau kita kembangkan positioning Indonesia melalui FIFA ini sehingga kita betul-betul mempunyai posisi moral yang meningkat untuk terus mengartikulasikan arah dari solusi Palestina nah itu saya kira lebih konstruktif daripada sekadar protes, tidur, protes, tidur, ga ada gunanya," ungkapnya.

Seperti diketahui, Timnas U-20 Israel berhak tampil di Piala Dunia U-20 2023 Indonesia setelah menjadi finalis Piala Eropa U-19. Akan tetapi, kelolosan Israel tersebut tidak disambut positif oleh sebagian masyarakat Indonesia. Melalui media sosial, mereka menyuarakan agar pemerintah menolak Israel berkompetisi di Piala Dunia U-20 tahun ini.

Salah satu pihak yang menyuarakan pendapat soal itu adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai tersebut menyuarakan penolakan melalui akun resmi DPP PKS di Twitter pada Rabu (8/3/2023).

Selain itu, pihak menolak kehadiran Timnas Israel bertanding di Indonesia adalah Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. Menurutnya, ia menolak Israel main di Indonesia terkait sejarah.

 

 

"Tentu saja dengan sejarah Israel yang menindas Palestina saya menolak Israel main di Indonesia, ini hubungannya masalah kemanusiaan dan sudah sangat jelas saya mengecam perilaku zionis israel di Palestina," ujar Uu kepada Republika, Kamis (23/3/2023).

Uu mengatakan, apalagi sekarang prilaku Israel ke warga Palestina pun masih semena-mena. Karena, di bulan Ramadhan Israel melarang warga Palestina ke Al Aqso.

"Apalagi sekarang ada kabar Israel kekang warga Palestina ke Al Aqso selama ramadhan," katanya.

Menurut Uu, ia memberikan statement penolakan tersebut sebagai pribadi dan sebagai seorang muslim. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement