Senin 06 Mar 2023 08:41 WIB

Masjid Albania Dibuka untuk Kunjungan Non-Muslim

Masjid Albania ingin menjadi tempat berkumpul komunitas.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Erdy Nasrul
Masjid di Albania
Foto: Republika
Masjid di Albania

REPUBLIKA.CO.ID, SHEPPARTON -- Masjid tertua di negara bagian Victoria, Australia telah membuka pintu bagi setiap orang dari berbagai latar belakang agama untuk berkunjung. Ialah Masjid Muslim atau juga dikenal sebagai Masjid Albania yang baru saja selesai direnovasi. 

Seperti dilansir Shepp News pada Senin (6/3/2023) Masjid yang berada di kota Shepparton, Victoria itu memulai program membuka pintu untuk berbagai komunitas pada Ahad (5/3/2023). 

Baca Juga

Masjid Albania didirikan oleh orang-orang komunitas kota Albania pada tahun 1960 dan dianggap sebagai masjid yang dibangun khusus pertama di negara bagian tersebut, dan beberapa mengatakan yang kedua di Australia.

Masjid itu mengambil bagian dalam inisiatif Dewan Islam Victoria di seluruh negara bagian yang berupaya mengundang  untuk membuka pintu bagi tetangga, politisi, sekolah, pebisnis, dan kelompok agama lainnya.

“Sangat membantu masyarakat. Kita perlu mengenal satu sama lain dan kita perlu menerima satu sama lain, tetapi pertama-tama, kita perlu tahu siapa Anda, siapa saya, bertatap muka, berbagi nilai-nilai kita. Hari ini, sebenarnya, kami memahami bahwa 99 persen dari nilai-nilai kami dibagikan," kata Imam Masjid Albania Hysni Merja.

Pengunjung diajak berkeliling masjid, diceritakan sejarahnya dan dijelaskan peranannya bagi umat Islam. Presiden Albanian Moslem Society Shepparton Reg Qemal mengatakan upaya membangun masjid dimulai pada 1950 dengan rencana membangun pusat komunitas dan tempat ibadah.

“Itu bagian dari budaya kami. Komunitas Albania telah ada di sini selama lebih dari 100 tahun, dan telah menjadi bagian besar dari komposisi Shepparton. Kami bangga dengan budaya kami. Kami tahu siapa kami. Kami orang Australia, tapi kami tahu warisan kami dan kami tahu budaya kami dan itu sesuatu yang bisa dibanggakan," kata Qemal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement