Jumat 06 Feb 2026 05:44 WIB

Serahkan Bantuan ke Vihara, Menag Kisahkan Teladan Nabi

Menag menyerahkan bantuan perbaikan rumah ibadah senilai Rp50 juta.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat diwawancarai Republika di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat diwawancarai Republika di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,KARAWANG — Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar mengisahkan teladan Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan rumah ibadah umat agama lain sebagai contoh toleransi dalam kehidupan berbangsa. Kisah tersebut disampaikan saat kunjungan sekaligus penyerahan bantuan rehabilitasi di Vihara dan Kelenteng Sian Djin Ku Poh, Karawang, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Menurut Nasaruddin, sikap Rasulullah SAW di Madinah yang memberi perhatian kepada pemeluk agama lain menjadi nilai penting yang perlu terus dirawat di Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.“Itulah gambaran toleransi yang diajarkan Rasulullah SAW. Perhatian beliau kepada pemeluk agama lain begitu besar. Semangat inilah yang harus kita rawat di Indonesia,” ujar Nasaruddin.

Baca Juga

Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin juga menyerahkan bantuan perbaikan rumah ibadah senilai Rp 50 juta kepada pengurus Yayasan Sian Djin Ku Poh. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan tempat ibadah yang layak, aman, dan nyaman bagi umat Buddha.

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk memperbaiki sarana ibadah sekaligus menguatkan program pemberdayaan umat di lingkungan sekitar,”kata dia.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini menegaskan, negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin kebebasan beribadah seluruh warga. Karena itu, ia mengingatkan agar urusan administratif tidak menjadi penghambat pendirian rumah ibadah.

“Kalau ada umat yang ingin beribadah tetapi belum memiliki tempat, kewajiban kita adalah membantu mempermudah izinnya. Jangan sampai niat mendekatkan diri kepada Tuhan terhalang prosedur,”kata dia.

photo
Warga membersihkan perlengkapan ibadah di Klenteng Poncowinatan atau Klenteng Kwan Tee Kiong, Yogyakarta, Ahad (15/1/2023). Beberapa persiapan seperti mencuci patung dewa, membersihkan area klenteng dilakukan oleh warga baik etnis Tionghoa bersama warga lokal untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili. Klenteng ini didirikan pada 1879 dibatas tanah hibah Sultan Hamengku Buwono VII. Tahun Baru Imlek 2574 jatuh pada Ahad (22/1/2023) mendatang. - (Republika/Wihdan Hidayat)

 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi