Senin 13 Feb 2023 15:08 WIB

Terjaga untuk Persiapan Sholat Subuh, Pemain Sepakbola Ini Selamat dari Gempa Turki

Pemain Hatayspor Turki, Kevin Soni selamat dari gempa Turki menunggu sholat Subuh

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Nashih Nashrullah
Pemain Hatayspor Turki, Kevin Soni selamat dari gempa Turki menunggu sholat Subuh
Foto: Dok Istimewa
Pemain Hatayspor Turki, Kevin Soni selamat dari gempa Turki menunggu sholat Subuh

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Pemain Hatayspor Turki, Kevin Soni telah mengungkapkan bahwa sholat subuh menyelamatkan nyawanya ketika Turki terjadi gempa bumi.

Melansir laman aboutislam.net, Ahad (12/2/2023), pada hari nahas itu, pemain Muslim itu terjaga di rumahnya menunggu untuk menunaikan sholat subuh.

Baca Juga

“Saya seorang Muslim dan saya sangat religius. Apa yang menyelamatkan saya adalah saat saya ingin menunggu sampai pukul 06:40 pagi untuk sholat subuh di hari itu. Itu sebabnya saya tidak bisa tidur. Jadi saya berkata pada diri sendiri bahwa jika saya tidur, melihat bagaimana semuanya jatuh di rumah, saya pasti sudah mati. Itu bahkan pasti. Batu-batu yang jatuh sangat besar. Itu adalah bangunan tujuh belas lantai, bayangkan. Jadi jika saya tidur, saya pikir saya akan mati,” ujar Soni.

Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,8 melanda Turki tenggara dan Suriah pada (6/2/2023).Gempa terjadi pada pukul 04:17 pagi, diikuti gempa susulan masing-masing sebesar 6,4 dan 6,5 magnitudo hanya beberapa menit kemudian, menyebabkan lebih dari 29 ribu orang tewas di Turki dan Suriah. 

 

Ini telah menyebabkan kerusakan yang luas di beberapa kota besar dan kecil. Saat ini, operasi penyelamatan sedang berlangsung. 

Meski selamat dari gempa mematikan itu, Soni masih merasa terguncang oleh bencana tersebut.

“Terus terang, ini cobaan berat yang belum pernah saya alami sebelumnya. Itu benar-benar sesuatu yang tidak Anda harapkan dan itu menandai anda seumur hidup. Pada saat itu, saya berkata pada diri sendiri ini adalah akhir dari dunia dan akhir, titik. Saya melihat orang mati di sebelah saya. Saya trauma. Hari ini, saya menyadari bahwa hidup tergantung pada seutas benang. Pada saat-saat inilah kita menyadari bahwa segala sesuatu adalah kesia-siaan," ujar dia.

Saat itu semua orang meninggalkan rumahnya, mobilnya, dan mencari tempat berlindung. Itu benar-benar situasi yang layak untuk sebuah film di Netflix kecuali sayangnya itu adalah kenyataan. Itu hal yang paling mengejutkan sejak dia mulai bermain sepak bola dan dalam hidupnya.

 

Sumber: aboutislam 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement