Sabtu 11 Feb 2023 15:34 WIB

Ditjen PHU Berencana Buka RUKOSIJI

Kehadiran ruang konsultasi RUKOSIJI sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Didi Purwadi
Para jamaah umrah berjalan di garbarata menuju ke pesawat. (Ilustrasi)
Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Para jamaah umrah berjalan di garbarata menuju ke pesawat. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) berencana akan menghadirkan Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji, atau RUKOSIJI. Ruang ini nantinya difungsikan untuk meningkatkan pelayanan publik.

"RUKOSIJI, atau Ruang Konsultasi dan Advokasi Haji, dilatarbelakangi tugas utama kita yaitu meningkatkan pelayanan publik kepada jamaah haji," ujar Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Advokasi Haji Ditjen PHU, Haryanto, dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Sabtu (11/2/2023).

Tidak hanya itu, ia menyebut adanya harapan dari jamaah terhadap kemampuan penyelenggara dalam melayani juga menjadi salah satu latar belakang dihadirkannya RUKOSIJI ini. Di dalamnya, ia menyampaikan juga akan ditugaskan tim untuk menjawab permasalahan dan menyampaikannya secara bijak dan transparan.

Ia juga mengungkapkan kehadiran ruang konsultasi ini selain sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan publik, juga dapat menjadi sarana bagi jamaah haji untuk ikut terlibat di dalamnya.  

 

“Pelibatan jamaah haji dalam pelayanan publik juga penting. Harapannya, ruang yang kita hadirkan nanti dapat menjawab isu-isu publik yang berkembang di masyarakat terkait haji," lanjut dia.

Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat, menyampaikan dukungannya terkait rencana hadirnya RUKOSIJI ini. Kemenag disebut harus membuat ruang, dimana orang-orang bisa menyampaikan aspirasi serta melakukan konsultasi dan advokasi haji.

"Oleh karena itu, ide RUKOSIJI ini sangat bagus untuk mengakomodir kebutuhan kita akan ruang tersebut,” tuturnya. 

Ke depannya, ia menyebut ruang konsultasi dan advokasi ini diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, namun juga secara daring atau ruang maya, berupa saluran siaga atau hotline. Dengan cara ini, setiap orang disebut bisa masuk kapan saja. Karena mau ada isu atau tidak, ruang konsultasi ini harus tetap selalu ada. 

Untuk itu, ia menilai ruang konsultasi dan advokasi haji harus direncanakan secara matang. Mulai dari identifikasi kebutuhan, tahapan mekanisme kerja, penugasan tim, pengelolaan kinerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement