Senin 06 Feb 2023 03:54 WIB

PKB Gelar Tasyakuran Satu Abad Nahdlatul Ulama

Tantangan PKB ke depan adalah mencetak prestasi yang membanggakan pendiri NU.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar berbicara tentang PKB dan NU.
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar berbicara tentang PKB dan NU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar tasyakuran satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Jakarta, Ahad (6/2/2023).

"Selamat satu abad Nahdlatul Ulama, selamat kepada seluruh pejuang-pejuang yang telah berkiprah di berbagai sendi kehidupan keagamaan, politik, sosial budaya. Atas nama DPP PKB, kami mengucapkan selamat memasuki satu abad Nahdlatul Ulama. Keberkahan menyertai Nahdlatul Ulama dan kita semua," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia, akan genap berusia satu abad pada 16 Rajab 1444 Hijriah atau 7 Februari 2023.

Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, mengatakan tingkat pendidikan sebagian besar bangsa Indonesia masih rendah, yakni hanya 42 persen, dan kemiskinan masih merajalela dalam kehidupan kebangsaan.

Maka PKB sebagai partai yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama, kata dia, mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa.

"Oleh karena itu, partai yang jelas dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (ini) memiliki kewajiban untuk berjuang tanpa henti, untuk secepatnya PKB berpijak pada konstitusi yang ada dan terus disempurnakan mengangkat bangsa Indonesia lepas dari kemiskinan dan kebodohan," kata Cak Imin.

Muhaimin juga mengatakan PKB telah menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa sejak era reformasi.

Maka tantangan PKB ke depan adalah mencetak prestasi yang membanggakan pendiri NU.

"Pertanyaan yang paling penting (untuk) kita jawab adalah apakah di abad kedua (NU) ini kita bisa mengisi dan beriringan dengan perjuangan untuk mengisi abad kedua dengan prestasi," ujarnya.

Muhaimin juga mengajak seluruh kader PKB dari tingkat pusat hingga daerah untuk bersama-sama memajukan dan menyejahterakan kehidupan, tidak hanya bagi warga NU tapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

"Ayo, kader PKB dari pusat sampai seluruh negeri, mari kita bersama rakyat memberi solusi atas masalah yang dihadapi rakyat," katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement