Kamis 05 Jan 2023 10:09 WIB

Lembaga Astronomi UEA Perkirakan Ramadhan 2023 Dimulai 23 Maret

Muslim di UEA akan berpuasa sekitar 14 jam sehari.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Ramadhan. Lembaga Astronomi UEA Perkirakan Ramadhan 2023 Dimulai 23 Maret
Foto: Pixabay
Ilustrasi Ramadhan. Lembaga Astronomi UEA Perkirakan Ramadhan 2023 Dimulai 23 Maret

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Lembaga astronomi UEA memperkirakan Ramadhan tahun ini dimulai pada 23 Maret. Hal ini diumumkan oleh Emirates Astronomical Society.

Ketua Dewan Direksi Society Ibrahim Al Jarwan mengatakan Idul Fitri dan awal Syawal akan jatuh pada Jumat, 21 April 2023. "Diperkirakan bulan suci tahun ini akan dimulai pada Kamis, 23 Maret dan akan berlangsung selama 29 hari. Idul Fitri akan jatuh pada Jumat, 21 April,” ujar Al Jarwan dikutip di The National, Kamis (5/1/2023).

Baca Juga

Sebagian besar negara Islam dan Arab disebut akan memiliki Ramadhan pada hari yang sama tahun ini. Tetapi, hari terakhir Ramadhan mungkin berbeda di beberapa negara karena di beberapa daerah akan sulit untuk mengamati Bulan.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan masyarakat Muslim di Emirates akan berpuasa sekitar 14 jam sehari. Pada awal Ramadhan, durasi puasa akan berlangsung selama 13 jam 30 menit, tetapi pada akhir bulan suci akan berlangsung selama hampir 14 jam 13 menit.

 

Menurut perhitungan astronomis, hari raya Idul Fitri di UEA (dari 29 Ramadhan hingga 3 Syawal) akan jatuh pada Kamis, 20 April, hingga Ahad, 23 April. Tidak hanya itu, Al Jarwan menyebut awal Ramadhan dan Idul Fitri yang tepat akan dikonfirmasi lebih dekat dengan waktu oleh panitia penampakan Bulan. Tahun lalu, bulan suci dimulai pada 1 April.

Ramadhan ditentukan oleh kalender Islam, yang terdiri dari 12 bulan kamariah dengan total 354 atau 355 hari. Oleh karena itu, durasinya berpindah ke 10 hari lebih awal setiap tahun dalam kalender Gregorian.

Al Jarwan mengatakan cuaca akan moderat selama Ramadhan tahun ini, dengan suhu diperkirakan antara 17° C dan 30° C. Untuk Idul Adha, Al Jarwan mengatakan hari pertama bulan Dzul Hijjah jatuh pada Senin, 19 Juni. Artinya, Idul Adha kemungkinan besar pada Rabu, 28 Juni, dan hari Arafat yang satu hari sebelum Idul Fitri, pada Selasa, 27 Juni, katanya.

Menurut perhitungan astronomi, libur Idul Adha akan berlangsung dari Selasa, 27 Juni hingga Jumat, 30 Juni. Kabinet UEA baru-baru ini mengonfirmasi tanggal liburan Emirates untuk sektor publik dan swasta. Setelah Hari Tahun Baru, UEA memiliki empat periode liburan utama sepanjang tahun, yaitu Idul Fitri, Hari Arafah dan Idul Adha, Tahun Baru Hijiriah dan Hari Nasional, yang meliputi Hari Peringatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement