Rabu 04 Jan 2023 13:03 WIB

Arab Saudi Kutuk Aksi Provokatif Menteri Israel Serbu Halaman Masjid Al Aqsa

Saudi mendukung semua upaya yang bertujuan mengakhiri pendudukan Israel.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
 Jamaah Yahudi mengunjungi Temple Mount di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dikenal umat Islam sebagai Tempat Suci Mulia, di Kota Tua Yerusalem, Selasa, 3 Januari 2023. Itamar Ben-Gvir, seorang menteri Kabinet Israel ultranasionalis, mengunjungi flashpoint Situs suci Yerusalem Selasa untuk pertama kalinya sejak menjabat dalam pemerintahan baru sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pekan lalu. Kunjungan tersebut dilihat oleh warga Palestina sebagai provokasi. Arab Saudi Kutuk Aksi Provokatif Menteri Israel Serbu Halaman Masjid Al Aqsa
Foto: AP/Maya Alleruzzo
Jamaah Yahudi mengunjungi Temple Mount di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dikenal umat Islam sebagai Tempat Suci Mulia, di Kota Tua Yerusalem, Selasa, 3 Januari 2023. Itamar Ben-Gvir, seorang menteri Kabinet Israel ultranasionalis, mengunjungi flashpoint Situs suci Yerusalem Selasa untuk pertama kalinya sejak menjabat dalam pemerintahan baru sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pekan lalu. Kunjungan tersebut dilihat oleh warga Palestina sebagai provokasi. Arab Saudi Kutuk Aksi Provokatif Menteri Israel Serbu Halaman Masjid Al Aqsa

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kerajaan Arab Saudi mengutuk aksi provokatif yang dilakukan Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir , Selasa (3/1/2023). Ia dilaporkan menyerbu halaman Masjid Al Aqsa.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyesalkan praktik otoritas pendudukan Israel yang merusak upaya perdamaian internasional. Aksi tersebut juga bertentangan dengan prinsip dan norma internasional, mengenai penghormatan terhadap tempat suci agama.

Kementerian telah memperbarui posisi tegas Arab Saudi untuk berdiri di samping rakyat Palestina. Saudi mendukung semua upaya yang bertujuan mengakhiri pendudukan dan mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina.

Saudi mendukung penyelesaian yang memungkinkan rakyat Palestina mendirikan negara Palestina merdeka mereka di perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Ben-Gvir masuk ke dalam kompleks di Yerusalem Timur yang diduduki di bawah pengamanan ketat. Tindakan ini menjadi langkah yang mengundang reaksi dari warga Palestina.

"Pemerintah kami tidak akan menyerah pada ancaman Hamas," kata Ben-Gvir dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh juru bicaranya.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah kelompok Palestina yang memerintah Jalur Gaza yang terkepung, memperingatkan langkah seperti itu akan melewati "garis merah".  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement