Selasa 03 Jan 2023 07:30 WIB

Muslim Bushenyi Minta Pemerintah Pusat Ajarkan Islam di Sekolah

Tujuan pengajaran Islam adalah untuk membekali anak-anak agar mandiri.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Muslim Bushenyi Minta Pemerintah Pusat Ajarkan Islam di Sekolah. Foto:   Masjid (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Muslim Bushenyi Minta Pemerintah Pusat Ajarkan Islam di Sekolah. Foto: Masjid (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BUSHENYI -- Umat Islam di wilayah Bushenyi Raya, Uganda, meminta pemerintah untuk memasukkan ajaran Islam sebagai mata pelajaran di sekolah. Meski ajaran Islam sedang sekarat di sebagian besar sekolah yang didirikan Muslim di daerah tersebut, namun mereka menilai hal ini membantu membesarkan anak-anak yang bertanggung jawab.

Pernyataan ini disampaikan di Masjid Utama Basajjabalaba, Kota Bushenyi-Ishaka, Sabtu (31/12/2022) lalu. Hal ini berlangsung saat pengambilan sumpah pemimpin Muslim untuk Bushenyi Besar di bawah Dewan Tertinggi Muslim Uganda (UMSC).

Baca Juga

Ketua Dewan Tertinggi Muslim Bushenyi, Hassan Basajjabalaba, mengatakan tujuan pengajaran Islam adalah untuk membekali anak-anak dengan keterampilan mandiri.

“Pengenalan kembali ajaran Islam di sekolah-sekolah akan membantu kita memiliki orang-orang yang benar-benar memahami Alquran dan ini akan semakin menghasilkan pemimpin yang baik di semua tingkatan di negara ini,” katanya dikutip di Monitor, Selasa (3/1/2023).

Salah satu guru di Sekolah Menengah Basajjabalaba yang didirikan oleh Muslim di Kotamadya Bushenyi-Ishaka, yang meminta anonimitas, mengatakan  Islam sebagai mata pelajaran tidak memiliki guru. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa perlahan-lahan mata pelajaran ini menghilang.

Basajjabalaba, yang juga seorang pengusaha terkenal, mengatakan tahun ini dia akan mendukung pembangunan 15 masjid di distrik Muslim Bushenyi Raya. Hal ini terdiri dari Bushenyi, Rubirizi, Mitooma dan Buhweju.

Di sisi lain, Komisioner Daerah Pemilihan Ankole dan Kigezi Sheikh Kaduyu Mwesigye mengatakan, mereka mengalami sejumlah tantangan selama pemilihan yang diadakan bulan lalu. Kondisi tersebut terutama dari Bushenyi, di mana beberapa masjid tidak diizinkan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dia meminta para pemimpin untuk bekerja keras dalam mempromosikan persatuan di antara umat Islam untuk pembangunan.

“Penting bagi kita untuk melupakan semua yang terjadi selama pemilu karena sebagai umat Islam, kita saling menginginkan untuk pembangunan berkelanjutan. Selalu saling memaafkan, mengikuti ajaran agama Islam dan Alquran. Ini akan memandu Anda tentang bagaimana hidup dengan seluruh umat manusia di tengah tantangan,” ujar Kaduyu.

Salah satu anggota UMSC Bushenyi, Adam Ssemugabi, mengatakan ada sekelompok orang yang berusaha mengacaukan persatuan umat Islam di wilayah tersebut berdasarkan kepentingan egois.

“Pemilu telah usai. Mari kita pergi dan bekerja; ini akan memungkinkan Anda untuk bersaing dengan agama lain dalam hal pembangunan,” lanjutnya.  

Sumber:

https://www.monitor.co.ug/uganda/news/national/muslims-task-central-govt-on-teaching-of-islam-in-schools--4073144

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement